Merokok tembakau merupakan kebiasaan yang dapat memengaruhi kesehatan rongga mulut, salah satunya melalui perubahan ph saliva yang berperan penting dalam proses terjadinya karies gigi. penurunan ph saliva dapat meningkatkan risiko demineralisasi email dan mempercepat pembentukan karies yang diukur menggunakan indeks decayed, missing, and filled teeth (dmft). penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ph saliva perokok tembakau aktif dengan indeks dmft pada masyarakat gampong cot mesjid, banda aceh. jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik dan pendekatan cross-sectional. subjek penelitian terdiri dari 150 orang perokok tembakau aktif yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. pengukuran ph saliva dilakukan menggunakan alat ph meter, sedangkan pemeriksaan indeks dmft dilakukan secara klinis menggunakan kaca mulut dan sonde. data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi spearman untuk mengetahui hubungan antara ph saliva dan indeks dmft. hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki ph saliva bersifat asam (
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN PH SALIVA PEROKOK TEMBAKAU AKTIF DENGAN INDEKS DMF-T (STUDI PADA MASYARAKAT GAMPONG COT MESJID). Banda Aceh Fakultas Kedokteran Gigi,2025
Baca Juga : HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MEROKOK DAN KADAR NIKOTIN DENGAN LAJU ALIRAN DAN PH SALIVA (AL FURQAN, 2024)
Abstract
Tobacco smoking is a habit that can affect oral health, particularly through changes in salivary pH, which plays an important role in the process of dental caries formation. A decrease in salivary pH can increase the risk of enamel demineralization and accelerate the development of caries, which is measured using the Decayed, Missing, and Filled Teeth (DMFT) index. This study aimed to determine the relationship between salivary pH in active tobacco smokers and the DMFT index among the community of Gampong Cot Mesjid, Banda Aceh. This research employed a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The study subject consisted of 150 active tobacco smokers selected through purposive sampling based on predetermined inclusion and exclusion criteria. Salivary pH was measured using a pH meter, while the DMFT index was clinically examined using a mouth mirror and probe. The collected data were analyzed using the Spearman correlation test to determine the relationship between salivary pH and the DMFT index. The results showed that all respondents had acidic salivary pH (
Baca Juga : ANALISIS PENGARUH TARIF CUKAI TEMBAKAU DAN PESAN BERGAMBAR BAHAYA ROKOK TERHADAP KONSUMSI ROKOK DI KOTA BANDA ACEH (Puput Arisna , 2016)