Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang memengaruhi berbagai lapisan masyarakat di seluruh dunia, tanpa memandang usia, jenis kelamin, maupun status sosial ekonomi. meskipun pengobatan antihipertensi telah banyak tersedia, tingkat ketidakpatuhan terhadap terapi masih tergolong tinggi, termasuk di indonesia. kondisi ini menegaskan pentingnya pemahaman yang lebih komprehensif mengenai karakteristik demografis yang berperan dalam memengaruhi kepatuhan pasien terhadap pengobatan. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik demografis meliputi usia, jenis kelamin, status pernikahan, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan serta faktor pengetahuan dan sikap terhadap tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. penelitian dilakukan di puskesmas kuta alam banda aceh dengan responden pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi. instrumen penelitian yang digunakan meliputi kuesioner demografisme untuk mendata karakteristik responden, hypertension fact questionnaire untuk mengukur tingkat pengetahuan, kuesioner penilaian sikap dan morisky medication adherence scale untuk mengukur tingkat kepatuhan pasien. hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar karakteristik demografis tidak berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi. namun, ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara usia dengan kepatuhan pengobatan, serta antara sikap dengan kepatuhan pengobatan. hal ini menunjukkan bahwa semakin matang usia dan semakin positif sikap pasien terhadap pengobatan, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan mereka dalam mengonsumsi obat antihipertensi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KARAKTERISTIK DEMOGRAFI YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KUTA ALAM BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2025
Baca Juga : HUBUNGAN PENGETAHUAN HIPERTENSI DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEUKAN BARO KABUPATEN PIDIE (ALVI HARISDIWANA, 2023)
Abstract
Hypertension is one of the major global health problems affecting people across all age groups, genders, and socioeconomic backgrounds worldwide. Despite the wide availability of antihypertensive therapy, medication non-adherence remains relatively high, including in Indonesia. This condition highlights the importance of a more comprehensive understanding of demographic characteristics that influence patients’ adherence to treatment. This study aimed to analyze the association between demographic characteristics—including age, sex, marital status, educational level, occupation, and income—as well as knowledge and attitude, with medication adherence among patients with hypertension. The study was conducted at Puskesmas Kuta Alam, Banda Aceh, involving hypertensive patients who met the inclusion criteria. The research instruments consisted of a demographic questionnaire to collect respondent characteristics, the Hypertension Fact Questionnaire to assess knowledge level, an attitude assessment questionnaire, and the Morisky Medication Adherence Scale to measure medication adherence. The results showed that most demographic characteristics were not significantly associated with adherence to antihypertensive medication. However, a significant relationship was found between age and medication adherence, as well as between attitude and medication adherence. These findings indicate that increasing age and a more positive attitude toward treatment are associated with higher levels of adherence to antihypertensive medication.
Baca Juga : HUBUNGAN MANAJEMEN DIRI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA ALAM BANDA ACEH (Ica Salwana, 2023)