Latar belakang: penyakit jantung koroner (pjk) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di indonesia. derajat keparahan pjk dapat dinilai menggunakan skor grace yang banyak digunakan sebagai alat stratifikasi risiko klinis pada pasien sindrom koroner akut. konsumsi kopi hitam sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat, khususnya di aceh, sering dikaitkan dengan risiko kardiovaskular, namun hasil penelitian mengenai hubungannya dengan keparahan pjk masih menunjukkan temuan yang beragam. oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk menilai hubungan antara kebiasaan konsumsi kopi hitam dan derajat keparahan pjk berdasarkan skor grace. metode: penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional) yang dilakukan pada pasien pjk yang telah menjalani kateterisasi jantung di rsud dr. zainoel abidin banda aceh. data kebiasaan konsumsi kopi hitam diperoleh melalui kuesioner, sedangkan derajat keparahan pjk dinilai menggunakan skor grace yang kemudian dikategorikan menjadi ringan dan sedang–berat. analisis hubungan dilakukan menggunakan uji chi-square dan perhitungan odds ratio (or). hasil: sebagian besar responden mengonsumsi kopi hitam dalam kategori sedang (44,5%), diikuti konsumsi normal (32,7%) dan tinggi (22,7%). hasil analisis menunjukkan nilai or sebesar 0,960 (95% ci: 0,241–3,830) dengan nilai p > 0,05, yang menandakan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan konsumsi kopi hitam dan derajat keparahan penyakit jantung koroner berdasarkan skor grace. kesimpulan: tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi kopi hitam dan derajat keparahan penyakit jantung koroner berdasarkan skor grace. temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi kopi hitam, dalam pola konsumsi responden penelitian, tidak berhubungan secara signifikan dengan peningkatan keparahan pjk. faktor risiko lain seperti merokok, hipertensi, diabetes melitus, dan dislipidemia diduga memiliki peran yang lebih dominan terhadap keparahan penyakit. kata kunci: kopi hitam, penyakit jantung koroner, skor grace, faktor risiko kardiovaskular.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN KEBIASAAN MINUM KOPI DENGAN DERAJAT KEPARAHAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PASIEN RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2025
Baca Juga : HUBUNGAN ANTARA INDEKS CASTELLI RISK II DENGAN DERAJAT KEPARAHAN STENOSIS BERDASARKAN SKOR GENSINI PADA PENYAKIT JANTUNG KORONER (Aidil Fadly, 2026)
Abstract
Background: Coronary heart disease (CHD) is a leading cause of morbidity and mortality in Indonesia. The severity of CHD can be assessed using the GRACE score, a widely used clinical risk stratification tool in patients with acute coronary syndrome. Black coffee consumption, as part of a common lifestyle, particularly in Aceh, is often associated with cardiovascular risk. However, research on its relationship with CHD severity has yielded mixed results. Therefore, research is needed to assess the relationship between black coffee consumption habits and CHD severity based on the GRACE score. Methods: This is an observational, analytical, cross-sectional study conducted on CHD patients who had undergone cardiac catheterization at Dr. Zainoel Abidin Regional General Hospital, Banda Aceh. Data on black coffee consumption habits were obtained through a questionnaire, while CHD severity was assessed using the GRACE score, which was then categorized as mild and moderate-severe. The association analysis was performed using the Chi-square test and Odds Ratio (OR) calculation. Results: Most respondents consumed black coffee in the moderate category (44.5%), followed by normal (32.7%) and high (22.7%) consumption. The analysis showed an OR of 0.960 (95% CI: 0.241–3.830) with a p value > 0.05, indicating no significant association between black coffee consumption habits and the severity of coronary heart disease based on the GRACE score. Conclusion: There was no significant association between black coffee consumption habits and the severity of coronary heart disease based on the GRACE score. This finding indicates that black coffee consumption, in the study respondents' consumption patterns, is not significantly associated with increased CHD severity. Other risk factors such as smoking, hypertension, diabetes mellitus, and dyslipidemia are suspected to play a more dominant role in disease severity. Keywords: black coffee, coronary heart disease, GRACE score, cardiovascular risk factors.
Baca Juga : HUBUNGAN RASIO TROMBOSIT LIMFOSIT DENGAN TINGKAT KEPARAHAN MENGGUNAKAN SKOR GENSINI PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN (dr. Munawar Anwar Fuadi, 2021)