Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi yang adekuat. kabupaten aceh besar memiliki variasi tingkat pendapatan per kapita antar wilayah yang dapat berpengaruh terhadap status gizi anak dan angka kejadian stunting. penelitian ini bertujuan untuk membandingkan angka kejadian stunting antara daerah dengan pendapatan per kapita tinggi dan rendah di kabupaten aceh besar, serta menilai hubungan antara faktor-faktor risiko seperti berat badan lahir rendah (bblr), anemia pada ibu hamil, kelengkapan kunjungan antenatal care (anc), dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian stunting. penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan komparatif, menggunakan data sekunder dari empat kecamatan, dua dengan pendapatan per kapita tinggi dan dua dengan pendapatan per kapita rendah. analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi spearman untuk mengetahui hubungan antar variabel. hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian stunting tertinggi terdapat di kecamatan sukamakmur (17,56%) dan terendah di kecamatan leupung (5,50%). uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dan stunting di kecamatan leupung (p = 0,003; r = –0,950), kunjungan anc dan stunting di kecamatan sukamakmur (p = 0,001; r = 0,702), serta anemia ibu dan stunting di kecamatan sukamakmur (p = 0,001; r = 0,636). sementara itu, faktor bblr tidak menunjukkan hubungan yang signifikan pada seluruh kecamatan (p > 0,05). secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan angka kejadian stunting antara wilayah dengan tingkat pendapatan per kapita tinggi dan rendah di kabupaten aceh besar. kata kunci: stunting, pendapatan per kapita, anemia ibu hamil, kunjungan anc, sanitasi lingkungan, kabupaten aceh besar.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS FAKTOR DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA WILAYAH DENGAN PENDAPATAN PER KAPITA TINGGI DAN RENDAH DI KABUPATEN ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2025
Baca Juga : FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-3 TAHUN DI KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR (Yuseriana Agustina, 2024)
Abstract
Stunting is a condition of growth failure in children caused by chronic malnutrition, recurrent infections, and insufficient stimulation. Aceh Besar District has variations in per capita income levels between regions, which may affect children’s nutritional status and the incidence of stunting. This study aims to compare the prevalence of stunting between areas with high and low per capita income in Aceh Besar District and to assess the relationship between several risk factors such as low birth weight (LBW), maternal anemia, completeness of Antenatal Care (ANC) visits, and environmental sanitation with stunting incidence. This research employed a quantitative design with a comparative approach, using secondary data from four sub-districts—two with high and two with low per capita income levels. Data were analyzed using the Spearman correlation test to determine the relationship between variables. The results showed that the highest prevalence of stunting was found in Sukamakmur Sub-district (17.56%) and the lowest in Leupung Sub-district (5.50%). Correlation analysis revealed a significant relationship between environmental sanitation and stunting in Leupung (p = 0.003; r = –0.950), ANC visits and stunting in Sukamakmur (p = 0.001; r = 0.702), as well as maternal anemia and stunting in Sukamakmur (p = 0.001; r = 0.636). Meanwhile, the LBW factor showed no significant relationship across all sub-districts (p > 0.05). Overall, the findings indicate a difference in stunting prevalence between regions with high and low per capita income levels in Aceh Besar District. Keywords: Stunting, Per Capita Income, Maternal Anemia, ANC Visits, Environmental Sanitation, Aceh Besar District.
Baca Juga : HUBUNGAN KEPEMILIKAN DAN PEMANFAATAN JAMINAN KESEHATAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 0-59 BULAN DI PROVINSI ACEH (ANALISIS DATA SSGI 2022) (Strinariswuri Sofi Riyadi, 2025)