Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Kenel Pabuti, HUBUNGAN KADAR HBA1C PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RSUDZA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2025

Diabetes melitus tipe 2 (dmt2) merupakan penyakit kronis yang berhubungan erat dengan meningkatnya risiko komplikasi kardiovaskular, khususnya penyakit jantung koroner (pjk). hemoglobin a1c (hba1c) menjadi salah satu parameter penting dalam menilai kontrol glikemik jangka panjang dan sering dikaitkan dengan risiko terjadinya pjk. penelitian ini bertujuan untuk menilai apakah terdapat hubungan antara kadar hba1c pada pasien dmt2 dengan kejadian pjk yang menjalani perawatan rawat jalan di poliklinik jantung rsudza banda aceh. penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 56 pasien dmt2 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. data diperoleh melalui rekam medis dan wawancara singkat, kemudian dianalisis menggunakan uji fisher’s exact test untuk melihat hubungan kategorik antara kadar hba1c dan pjk, serta uji mann–whitney u untuk membandingkan kadar hba1c numerik antara kedua kelompok. hasil penelitian menunjukkan bahwa 39 pasien (69,6%) mengalami pjk dan sebagian besar responden memiliki kadar hba1c tidak terkontrol (≥7%) sebesar 73,2%. namun, analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar hba1c dan kejadian pjk (p=0,188), serta tidak terdapat perbedaan signifikan kadar hba1c antara pasien dmt2 dengan dan tanpa pjk (p=0,859). temuan ini mengindikasikan bahwa kadar hba1c bukan merupakan faktor yang berhubungan secara langsung dengan kejadian pjk pada pasien dmt2 di rsudza banda aceh sehingga faktor risiko lain perlu dievaluasi dalam penilaian risiko kardiovaskular. kata kunci: diabetes melitus tipe 2, hba1c, penyakit jantung koroner, glikemik.



Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a chronic disease closely associated with an increased risk of cardiovascular complications, particularly coronary artery disease (CAD). Hemoglobin A1c (HbA1c) is an important parameter for assessing long-term glycemic control and is often linked to the risk of developing CAD. This study aims to determine whether there is an association between HbA1c levels in T2DM patients and the occurrence of CAD among individuals receiving outpatient care at the Cardiology Clinic of RSUDZA Banda Aceh. This research employed an analytical observational design with a cross-sectional approach involving 56 T2DM patients who met the inclusion and exclusion criteria. Data were obtained through medical records and brief interviews, then analyzed using Fisher’s Exact Test to assess the categorical relationship between HbA1c levels and CAD, as well as the Mann–Whitney U test to compare numerical HbA1c levels between the two groups. The results showed that 39 patients (69.6%) had CAD, and most respondents exhibited uncontrolled HbA1c levels (≥7%) at 73.2%. However, statistical analysis indicated no significant association between HbA1c levels and the occurrence of CAD (p = 0.188), nor was there a significant difference in HbA1c levels between T2DM patients with and without CAD (p = 0.859). These findings suggest that HbA1c levels are not directly associated with the occurrence of CAD in T2DM patients at RSUDZA Banda Aceh, indicating that other cardiovascular risk factors should be considered in risk assessment. Keywords: Type 2 diabetes mellitus, HbA1c, coronary artery disease, glycemic control.



    SERVICES DESK