Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Cut Fitri Ayu, DILEMA PASIEN TB PARU TERHADAP KETIDAKPATUHAN MINUM OBAT: STUDI FENOMENOLOGIS PADA DUA KASUS DI PUSKESMAS DARUL IMARAH, KABUPATEN ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2025

Tuberkulosis (tb) paru masih menjadi masalah kesehatan global dengan angka ketidakpatuhan pengobatan yang tinggi, termasuk di indonesia. meskipun strategi directly observed treatment short-course (dots) telah diterapkan, berbagai faktor individu dan sosial masih menjadi hambatan dalam keberhasilan terapi. tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi ketidakpatuhan minum obat pada pasien tb paru. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pasien tb paru dengan ketidakpatuhan minum obat, dipilih secara purposive sampling di puskesmas darul imarah, kabupaten aceh besar. analisis data dilakukan secara tematik menggunakan pendekatan braun & clarke untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul dalam wawancara. software yang digunakan adalah nvivo untuk analisis tematik. hasil penelitian ini menemukan ketidakpatuhan pasien terhadap minum obat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kurangnya pemahaman tentang penyakit dan terapi, efek samping obat, rendahnya motivasi, sikap pasrah, ketidakpercayaan terhadap tenaga kesehatan, beban ekonomi, tanggung jawab keluarga, minimnya dukungan sosial, serta stigma masyarakat terhadap penderita tb. dengan demikian, ketidakpatuhan minum tb paru merupakan hasil interaksi antara faktor psikologis, sosial, dan ekonomi. upaya peningkatan kepatuhan perlu dilakukan melalui pendekatan edukatif, dukungan keluarga, serta intervensi sosial-ekonomi yang berkelanjutan. kata kunci: tuberkulosis paru, ketidakpatuhan pengobatan, stigma sosial, motivasi pasien, dukungan keluarga



Abstract

Pulmonary tuberculosis (TB) remains a major global health problem with a high rate of treatment non-adherence, including in Indonesia. Although the Directly Observed Treatment Short-Course (DOTS) strategy has been implemented, various individual and social factors continue to hinder treatment success. The objective of this study was to explore the factors influencing non-adherence to medication among patients with pulmonary TB. This study employed a qualitative design. Data were collected through in-depth interviews with treatment non-adherent pulmonary TB patients selected by purposive sampling at Darul Imarah Community Health Center, Aceh Besar District. Thematic analysis was conducted using the Braun and Clarke framework to identify emerging patterns and themes from the interview. Data management and coding were performed using NVivo software to conduct the thematic analysis. Study results showed that patient non-adherence was influenced by several factors, including limited understanding of the disease and its treatment, medication side effects, low motivation, resignation toward illness, distrust in healthcare providers, economic burden, family responsibilities, lack of social support, and community stigma toward TB patients. In summary, non-adherence to pulmonary TB treatment results from the interaction of psychological, social, and economic determinants. Efforts to improve adherence should incorporate educational interventions, family involvement, and sustained socio-economic support. Keywords: Pulmonary tuberculosis, treatment non-adherence, social stigma, patient motivation, family support 



    SERVICES DESK