Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
JASMIN NARIZKY, HUBUNGAN KONDISI PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) DENGAN KUALITAS HIDUP SISWI SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2025

Premenstrual syndrome (pms) merupakan kumpulan gejala fisik, emosional, dan perilaku yang terjadi secara siklik sebelum menstruasi dan dapat mengganggu aktivitas harian perempuan. premenstrual syndrome (pms) pada remaja dapat menurunkan kualitas hidup melalui gangguan konsentrasi belajar, peningkatan absensi sekolah, serta penurunan kesehatan mental dan hubungan sosial. kondisi ini penting dikaji karena masa remaja merupakan fase transisi menuju dewasa yang menentukan kesejahteraan jangka panjang. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pms dengan kualitas hidup siswi sekolah menengah atas di kota banda aceh. penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional pada 139 siswi yang dipilih melalui metode cluster sampling. data dikumpulkan menggunakan kuesioner shortened premenstrual assessment form (spaf) untuk menilai pms dan world health organization quality of life–bref (whoqol-bref) untuk menilai kualitas hidup, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square untuk menguji hubungan antarvariabel. seluruh responden (100%) mengalami pms, terdiri atas pms ringan (23,7%), sedang (45,3%), dan berat (30,9%). terdapat hubungan yang signifikan antara pms dan kualitas hidup pada domain fisik (p = 0,001) serta psikologis (p = 0,632), namun tidak dengan domain sosial (p = 0,350) dan lingkungan (p = 0,878). premenstrual syndrome (pms) berhubungan dengan kualitas hidup remaja, terutama aspek fisik dan psikologis yang berperan penting dalam masa pertumbuhan. temuan ini dapat menjadi dasar penguatan edukasi kesehatan reproduksi remaja serta pengembangan kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan perempuan dan kesehatan mental remaja



Abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) is a collection of physical, emotional, and behavioral symptoms that occur cyclically before menstruation and can interfere with women’s daily activities. Premenstrual Syndrome (PMS) among adolescents can decrease quality of life through impaired learning concentration, increased school absenteeism, as well as decreased mental health and social relationships. This condition is important to study because adolescence is a transitional phase toward adulthood that determines long-term well-being. This study aimed to determine the relationship between PMS and quality of life among female high school students in Banda Aceh City. This research used an analytical correlational design with a cross-sectional approach involving 139 students selected through cluster sampling. Data were collected using the Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF) to assess PMS and the World Health Organization Quality of Life– BREF (WHOQOL-BREF) to assess quality of life, then analyzed using univariate and bivariate methods with the Chi-Square test to examine the relationship between variables. All respondents (100%) experienced PMS, consisting of mild (23.7%), moderate (45.3%), and severe (30.9%) categories. There was a significant relationship between PMS and quality of life in the physical domain (p = 0.001) and psychological domain (p = 0.009), but not in the social (p = 0.350) and environmental (p = 0.878) domains. Premenstrual Syndrome (PMS) is associated with adolescents’ quality of life, particularly in the physical and psychological aspects that play important roles during growth. These findings can serve as a basis for strengthening adolescent reproductive health education and developing policies that focus on women’s well-being and adolescent mental health.



    SERVICES DESK