Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Strinariswari Safira Riyadi, HUBUNGAN SIKAP DAN NORMA SUBJEKTIF DENGAN PERILAKU BEROBAT KE LUAR NEGERI PADA MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2025

Perilaku berobat ke luar negeri menjadi fenomena yang semakin sering dijumpai di indonesia, termasuk di kota banda aceh. keputusan masyarakat untuk memilih fasilitas kesehatan luar negeri tidak hanya dipengaruhi faktor klinis, tetapi juga aspek psikologis dan sosial seperti sikap dan norma subjektif yang berkembang dalam lingkungan sosialnya. penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara sikap dan norma subjektif dengan frekuensi berobat ke luar negeri pada masyarakat kota banda aceh. penelitian menggunakan metode kuantitatif observasional dengan rancangan case-control study dan melibatkan 206 responden yang dipilih melalui teknik consecutive sampling. data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandar yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. analisis data dilakukan menggunakan uji koefisien kontingensi untuk variabel nominal serta uji korelasi spearman’s rho untuk variabel ordinal dengan tingkat signifikansi 5% (α = 0,05). hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku berobat ke luar negeri (p-value = 0,000; r = 0,357) dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan sedang. artinya, semakin positif sikap seseorang terhadap layanan kesehatan luar negeri, semakin tinggi kecenderungan mereka untuk berobat ke luar negeri. sementara itu, pada variabel norma subjektif diperoleh hubungan yang signifikan namun dengan arah hubungan negatif (pvalue = 0,049; r = –0,193). hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi norma yang mendukung seseorang untuk berobat ke luar negeri, frekuensi kunjungan mereka justru cenderung menurun. temuan ini menggambarkan bahwa keputusan berulang untuk berobat ke luar negeri lebih banyak dipengaruhi pengalaman pribadi dan kebutuhan medis dibandingkan tekanan atau dukungan sosial. kesimpulannya, sikap berperan kuat dalam membentuk perilaku berobat ke luar negeri, sedangkan norma subjektif berpengaruh secara berbeda dan tidak selalu searah dengan ekspektasi teori, menunjukkan dinamika sosial yang lebih kompleks di masyarakat kota banda aceh. kata kunci: sikap, norma subjektif, perilaku berobat, pengobatan luar negeri, kota banda aceh.



Abstract

Medical treatment abroad has become an increasingly common phenomenon in Indonesia, including in Banda Aceh. The decision to seek healthcare overseas is influenced not only by clinical needs but also by psychological and social factors, such as individual attitudes and subjective norms within the surrounding community. This study aimed to examine the relationship between attitudes and subjective norms with the frequency of seeking medical treatment abroad among residents of Banda Aceh. A quantitative observational design using a case-control approach was employed, involving 206 respondents selected through consecutive sampling. Data were collected using a standardized questionnaire that had been tested for validity and reliability. Statistical analysis was performed using the Contingency Coefficient for nominal variables and Spearman’s rho correlation for ordinal variables, with a significance level of 5% (α = 0.05). The results showed a significant relationship between attitude and medical treatment abroad (p-value = 0.000; r = 0.357), indicating a positive and moderate correlation. This means that individuals with more favorable attitudes toward foreign healthcare services tend to seek treatment abroad more frequently. In contrast, subjective norms demonstrated a significant yet negative relationship with treatment frequency (pvalue = 0.049; r = –0.193). This finding suggests that higher perceived social support or encouragement to seek treatment abroad is associated with a lower frequency of doing so. Such a pattern indicates that repeated decisions to seek treatment overseas may be driven more by personal experience, perceived quality of care, or medical necessity rather than social pressure. In conclusion, attitudes strongly shape medical treatment–seeking behavior abroad, while subjective norms show a more complex influence that does not always align with theoretical expectations within the Banda Aceh context. Keywords: attitude, subjective norm, health-seeking behavior, medical treatment abroad, Banda Aceh City



    SERVICES DESK