Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
FILZAH AWANIS, ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA RUJUKAN PASIEN PESERTA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL DI PUSKESMAS KECAMATAN SYIAH KUALA. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2025

Sistem rujukan di indonesia dilaksanakan secara berjenjang mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (fktp) hingga lanjutan, dengan puskesmas sebagai gatekeeper. bpjs kesehatan menetapkan standar rujukan maksimal sebesar 15% dari total kunjungan, namun angka rujukan masih tinggi, termasuk kasus yang seharusnya dapat ditangani di puskesmas. pada tahun 2024 tercatat 52.577 kasus rujukan di kota banda aceh dengan rata-rata 6,29%, dan puskesmas jeulingke di kecamatan syiah kuala memiliki angka tertinggi yaitu 5.450 kasus (13%). tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, peran petugas kesehatan, dan informasi rujukan terhadap angka rujukan pasien peserta bpjs di puskesmas kecamatan syiah kuala. penelitian ini dilakukan pada bulan juni–agustus 2025 dengan desain survei analitik cross sectional. jumlah sampel sebanyak 101 responden yang ditentukan menggunakan stratified random sampling. data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji t. hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan (p=0,601), pengetahuan (p=0,333), peran petugas kesehatan (p=0,248), dan informasi rujukan (p=0,759) tidak memiliki hubungan bermakna dengan angka rujukan pasien peserta bpjs yang mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain di luar variabel penelitian kemungkinan turut berperan dalam tingginya angka rujukan, sehingga aspek-aspek tersebut perlu ditelaah lebih lanjut untuk memperkuat efektivitas fungsi puskesmas sebagai garda terdepan sistem rujukan. kata kunci: puskesmas, rujukan, pendidikan, pengetahuan, peran petugas



Abstract

The referral system in Indonesia is implemented in a tiered manner, starting from primary healthcare facilities (FKTP) to advanced care, with community health centers (puskesmas) serving as gatekeepers. The Social Security Administrator for Health (BPJS Kesehatan) sets a referral standard of 15% of total visits; however, referral rates remain high, including cases that could be managed at the primary level. In 2024, Banda Aceh recorded 52,577 referral cases with an average rate of 6,29%, while Jeulingke Health Center in Syiah Kuala District had the highest number, totaling 5,450 cases (13%). This study aimed to determine the relationship between education level, knowledge, health worker roles, and referral information with the referral rate of BPJS patients at Syiah Kuala Community Health Center. The research was conducted from June to August 2025 using an analytical survey with a cross-sectional design. A total of 101 respondents were selected using stratified random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed with the t-test. The results showed no significant relationship between education (p=0.601), knowledge (p=0.333), health worker roles (p=0.248), and referral information (p=0.759) with referral rates. This finding suggests that other factors beyond the variables examined in this study may contribute to the high referral rates, indicating the need for further exploration of these aspects to strengthen the effectiveness of community health centers as the frontline of the referral system. Keywords: health center, referral, education, knowledge, role of health workers



    SERVICES DESK