Demam berdarah dengue (dbd) merupakan salah satu masalah kesehatan utama di negara beriklim tropis dengan curah hujan tinggi seperti indonesia. demam berdarah dengue disebabkan oleh infeksi virus dengue melalui gigitan nyamuk yang dapat menurunkan aktivitas sumsum tulang, sehingga menghambat produksi sel darah termasuk trombosit dan leukosit. penurunan kadar trombosit dapat meningkatkan resiko perdarahan, sedangkan penurunan leukosit umumnya terjadi saat suhu tubuh menurun dan memasuki fase kritis. tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kadar trombosit dan kadar leukosit dengan derajat keparahan demam berdarah dengue pada pasien dewasa. jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. populasi dalam penelitian ini adalah data sekunder pasien demam berdarah dengue dewasa di rsud dr. zainoel abidin periode januari tahun 2023 s/d desember tahun 2024, dengan jumlah sampel 75 pasien diperoleh dengan teknik total sampling. analisis data menggunakan uji spearman rank untuk mengetahui hubungan kadar trombosit dan leukosit dengan derajat keparahan dbd. hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kadar trombosit dengan derajat keparahan dbd pada pasien dewasa (p=0,002; r=-375), sedangkan kadar leukosit tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan derajat keparahan dbd pada pasien dewasa di rsudza (p= 0,061; r= 218). kadar trombosit dapat digunakan sebagai salah satu indikator laboratorium untuk menilai tingkat keparahan dbd pada pasien dewasa, sedangkan kadar leukosit tidak memberikan hasil yang konsisten terhadap derajat keparahan dbd. kata kunci: demam berdarah dengue, trombosit, leukosit, derajat keparahan, rsudza
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN KADAR TROMBOSIT DAN LEUKOSIT DENGAN DERAJAT KEPARAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA PASIEN DEWASA DI RSUDZA. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2025
Baca Juga : KEPADATAN LARVA NYAMUK AEDES SPP SEBAGAI VEKTOR PENYEBAB DEMAM BERDARAH DENGUE KUALA BANDA ACEH (Rafiatul Ichwani, 2018)
Abstract
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a major public health problem in tropical countries with high rainfall such as Indonesia, caused by dengue virus infection transmitted through Aedes mosquitoes, which suppresses bone marrow activity and reduces the production of blood cells including platelets and leukocytes. A decrease in platelet count increases the risk of bleeding, while leukopenia commonly appears as body temperature declines during the critical phase. This study aimed to analyze the relationship between platelet and leukocyte levels and DHF severity in adult patients using an observational analytic design with a cross-sectional approach. The population consisted of secondary data from adult DHF patients at dr. Zainoel Abidin General Hospital from January 2023 to December 2024, and 75 samples were obtained through total sampling. Data were analyzed using the Spearman Rank test, showing a significant relationship between platelet count and DHF severity (p =0.002; r =–0.375), while leukocyte count did not demonstrate a significant association (p =0.061; r =0.218). These findings indicate that platelet levels may serve as an important laboratory indicator of DHF severity in adults, whereas leukocyte levels show inconsistent results in determining disease severity. Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, Platelet, Leukocyte, Disease Severity, RSUDZA