Gastroesophageal reflux disease (gerd) adalah gangguan pencernaan akibat refluks isi lambung ke esofagus dan dapat menimbulkan gejala seperti nyeri ulu hati serta regurgitasi. peningkatan kasus gerd pada remaja menjadi perhatian karena berkaitan dengan perubahan gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan dengan risiko gerd pada siswa sma laboratorium syiah kuala kota banda aceh. jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 219 orang. data dikumpulkan menggunakan diet history questionnaire (dhq) untuk menilai pola makan dan gastroesophageal reflux disease questionnaire (gerd-q) untuk menilai risiko gerd. analisis dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 88,6% responden memiliki pola makan baik dan 11,4% berisiko mengalami gerd. hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan risiko gerd (p < 0,001), dengan risk prevalence (rp) = 9,9, artinya siswa dengan pola makan buruk berisiko 9,9 kali lebih tinggi mengalami gerd dibandingkan dengan yang berpola makan baik. kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan risiko gerd pada siswa sma laboratorium syiah kuala kota banda aceh. edukasi gizi dan pembiasaan pola makan sehat perlu ditingkatkan untuk mencegah kejadian gerd pada remaja. kata kunci: pola makan, gerd, remaja
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN RISIKO GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE PADA SISWA SMA LABORATORIUM SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,
Baca Juga : HUBUNGAN OBESITAS TERHADAP KEJADIAN GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Amelia Wijaya Agustin, 2015)
Abstract
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a digestive disorder caused by the reflux of stomach contents into the esophagus, which can lead to symptoms such as heartburn and regurgitation. The increasing prevalence of GERD among adolescents is a concern as it is associated with lifestyle changes and unhealthy eating patterns. The aim of this study was to determine the relationship between dietary patterns and the risk of GERD among students at SMA Laboratorium Syiah Kuala, Banda Aceh. This study employed an observational analytic method with a cross-sectional design. The total sample consisted of 219 participants. Data were collected using the Diet History Questionnaire (DHQ) to assess dietary patterns and the Gastroesophageal Reflux Disease Questionnaire (GERD-Q) to assess GERD risk. Data were analyzed using the Chi-square test with a significance level of p < 0,05. The results showed that 88,6% of respondents had good dietary patterns and 11,4% were at risk of GERD. The statistical test indicated a significant relationship between dietary patterns and GERD risk (p < 0,001), with a risk prevalence (RP) of 9,9, meaning that students with poor dietary patterns were 9,9 times more likely to experience GERD compared to those with good dietary patterns. In conclusion, there is a significant relationship between dietary patterns and the risk of GERD among students at SMA Laboratorium Syiah Kuala, Banda Aceh. Nutrition education and the promotion of healthy eating habits need to be strengthened to prevent GERD occurrence in adolescents. Keywords: Eating pattern, GERD, Adolescents
Baca Juga : PREVALENSI DAN POLA GEJALA GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE PADA MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Bunga Rizki Rahman, 2025)