Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
SALSABILA HELDIKA PUTRI, EVOLUSI GERAKAN BALAI SYURA : STUDI KRITIS ATAS PERUBAHAN ISU ADVOKASI DAN STRATEGI ORGANISASI DALAM KONTEKS SOSIAL-POLITIK ACEH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025

Abstrak penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana dinamika sosial dan politik di aceh mempengaruhi transformasi organisasi dan isu advokasi balai syura ureung inong aceh. dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menggali peran balai syura sebagai organisasi perempuan yang lahir dari pengalaman konflik dan ketimpangan gender. data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tujuh informan dari unsur presidium forum, aktivis, pejabat pemerintah, pengamat sosial, dan akademisi. analisis menggunakan teori metamorfosa gerakan sosial dari christiansen, yang membagi evolusi gerakan ke dalam lima fase: emergence, coalescence, bureaucratization, decline, dan adaptive transformation. hasil penelitian menunjukkan bahwa balai syura mampu bertransformasi dari forum solidaritas menjadi aktor strategis dalam advokasi kebijakan publik. gerakan ini adaptif terhadap perubahan konteks, mulai dari berkurangnya dana otsus hingga meningkatnya konservatisme sosial dan kekerasan digital terhadap perempuan. transformasi ini menunjukkan bahwa gerakan perempuan tidak bersifat statis, melainkan dinamis dan responsif terhadap konteks sosial-politik lokal. penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian gerakan sosial perempuan di wilayah pascakonflik dan menjadi refleksi penting bagi organisasi masyarakat sipil dalam membangun strategi advokasi yang berkelanjutan. kata kunci: balai syura, transformasi organisasi, gerakan perempuan, aceh, teori metamorfosa.



Abstract

ABSTRACT This study examines how Aceh's social and political dynamics influence the organizational transformation and advocacy issues of Balai Syura Ureung Inong Aceh. Using a qualitative case study approach, the research explores the forum’s evolution as a women-led organization emerging from conflict experiences and gender inequality. Data were collected through in-depth interviews with seven key informants, including presidium members, activists, government officials, social observers, and academics. The analysis draws on Christiansen’s Social Movement Metamorphosis theory, which outlines five stages: emergence, coalescence, bureaucratization, decline, and adaptive transformation. Findings indicate that Balai Syura successfully transitioned from a solidarity-based forum into a strategic actor in public policy advocacy. The organization has adapted to changing contexts, such as reduced special autonomy funding, growing social conservatism, and increasing digital violence against women. This transformation reveals that women’s movements are dynamic and responsive to local socio-political environments. The study contributes to the literature on postconflict women’s movements and provides critical reflection for civil society organizations to develop sustainable advocacy strategies. Keywords: Balai Syura, organizational transformation, women’s movement, Aceh, metamorphosis theory.



    SERVICES DESK