Penelitian ini membahas tentang representasi pelabelan (labelling) terhadap perempuan yang belum menikah dalam serial ‘induk gajah’. penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana bentuk pelabelan sosial yang ditampilkan dalam serial tersebut dan bagaimana wacana itu merepresentasikan konstruksi sosial terhadap perempuan yang belum menikah. penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis) yang difokuskan pada adegan, dialog, dan simbol-simbol visual yang menggambarkan proses pelabelan sosial. teori yang digunakan adalah teori labelling yang dikemukakan oleh edwin m. lemmert yang membagi pelabelan dalam dua tahap: primary deviance (penyimpangan awal yang belum mendapatkan reaksi sosial) dan secondary deviance (penyimpangan yang terjadi setelah individu menerima label sosial). hasil penelitian menunjukkan bahwa serial ‘induk gajah’ menampilkan proses pelabelan terhadap perempuan yang single di usia 30 sebagai bagian dari konstruksi sosial yang menilai bahwa status pernikahan adalah sebagai ukuran keberhasilan hidup. label seperti “terlalu pemilih”, “tidak laku”, atau “menyimpang dari kodrat” mucul dalam bentuk ucapan tokoh-tokoh, tekanan dari keluarga, hingga perlakuan sosial yang dialami tokoh utama. namun, serial ini juga menunjukkan adanya resistensi terhadap pelabelan tersebut dengan cara menghadirkan tokoh perempuan yang memilih jalannya sendiri dan mendefinisikan kebahagiaannya sendiri. kata kunci: representasi, labelling, perempuan, usia 30 tahun, penyimpangan sosial
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
REPRESENTASI LABELLING PADA PEREMPUAN YANG BELUM RNMENIKAH DALAM SERIAL INDUK GAJAH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025
Baca Juga : CITRA PEREMPUAN DALAM FILM BUYA HAMKA (ANALISIS SEMIOTIKA PADA FILM BUYA HAMKA VOL.1) (Fairuz Cahyati Asri, 2025)
Abstract
This study discusses the representation of labeling of unmarried women in the series ‘Induk Gajah’. This study aims to understand the form of social labeling displayed in the series and how the discourse represents the social construction of unmarried women. This study uses a qualitative research method with a content analysis approach that focuses on scenes, dialogues, and visual symbols that describe the process of social labeling. The theory used is the labeling theory proposed by Edwin M. Lemmert which divides labeling into two stages: Primary Deviance (initial deviation that has not received a social reaction) and Secondary Deviance (deviation that occurs after an individual receives a social label). The results of the study show that the series ‘Induk Gajah’ displays the labeling process for single women at the age of 30 as part of a social construction that considers marital status as a measure of life success. Labels such as “too picky”, “unsellable”, or “deviant from nature” appear in the form of statements by characters, pressure from family, and social treatment experienced by the main character. However, this series also shows resistance to this labeling by presenting female characters who choose their own path and define their own happiness. Keywords: Representation, labeling, women, age 30, social deviation
Baca Juga : AN ANALYSIS OF USING CODE MIXING IN LAYANGAN PUTUS THE SERIES (SHALSABILA ADZRA, 2024)