Latar belakang : ansietas preoperatif adalah respons antisipasi terhadap pengalaman yang dianggap mengancam, termasuk ketidakpastian, rasa takut, dan risiko selama prosedur bedah. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan pasien pre-anestesi yang akan menjalani anestesi umum di rsudza. metode : penelitian analitik dengan desain cross-sectional ini dilakukan pada 36 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. data dikumpulkan menggunakan kuesioner hamilton rating scale of anxiety (hrs-a) dan kuesioner dukungan keluarga.hasil : menunjukkan sebagian besar pasien (83,3%) menerima dukungan keluarga yang baik, sementara 16,7% menerima dukungan yang cukup. namun, tingkat kecemasan pasien tetap dominan pada kategori berat (83,3%) dan berat sekali (16,7%). analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan (p=0,23). kesimpulan : penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun dukungan keluarga penting dalam mendukung psikologis pasien, tidak ditemukan hubungan signifikan dengan tingkat kecemasan pre-anestesi di populasi penelitian ini. penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi faktor lain yang memengaruhi kecemasan preoperatif. kata kunci : dukungan keluarga, tingkat kecemasan, pre-operatif
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE-ANTESTESI YANG AKAN MELAKUKAN ANESTESI UMUM PADA PASIEN ELEKTIF DI RSUDZA. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2025
Baca Juga : HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN TERHADAP HEMODINAMIK PADA PASIEN GERIATRI SEBELUM MENJALANI PROSEDUR ANESTESI DI RSUDZA BANDA ACEH (GUSTIAN WILI SASTRO, 2025)
Abstract
Background : Preoperative anxiety is an anticipatory response to experiences that are considered threatening, including uncertainty, fear, and risk during surgical procedures. This study aims to determine the relationship between family support and pre-anesthesia anxiety levels of patients who will undergo general anesthesia at RSUDZA. Methods : This analytical study with a cross-sectional design was conducted on 36 patients who met the inclusion criteria. Data were collected using the Hamilton Rating Scale of Anxiety (HRS-A) questionnaire and a family support questionnaire. Results : showed that most patients (83.3%) received good family support, while 16.7% received sufficient support. However, the level of patient anxiety remained dominant in the severe (83.3%) and very severe (16.7%) categories. Bivariate analysis with the Chi-Square test showed no significant relationship between family support and anxiety levels (p = 0.23). Conclusion : This study concludes that although family support is important in supporting patient psychology, there was no significant relationship with pre-anesthesia anxiety levels in this study population. Further research is recommended to explore other factors that influence preoperative anxiety. Keywords : Family Support, Anxiety Level, Pre-operative
Baca Juga : PERBANDINGAN ONSET ANESTESI SPINAL DENGAN BUPIVAKAIN HIPERBARIK ANTARA PASIEN SEKSIO SESAREA INTRAPARTUM DAN ELEKTIF (Febri Ariadi, 2026)