Sarana komunikasi interpersonal merupakan aspek penting dalam membangun hubungan sosial yang sehat dan seimbang. generasi z sebagai kelompok yang aktif dalam interaksi sosial, tidak terlepas dari pengaruh penampilan fisik yang memunculkan fenomena beauty privilege. penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh beauty privilege terhadap komunikasi interpersonal pada generasi z di banda aceh. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jumlah informan sebanyak enam orang, terdiri dari tiga perempuan dan tiga laki-laki generasi z di banda aceh dengan karakteristik yang memiliki pengalaman serta lingkungan sosial yang aktif baik dalam organisasi hingga sosial media sosial, dan perempuan yang menilai diri mereka sendiri berdasarkan seberapa tinggi tingkat kecantikan yang mereka miliki. teknik penentuan informan yang dilakukan adalah purposive sampling. data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pedoman semi terstruktur. analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model interaktif miles & huberman. hasil penelitian menunjukkan bahwa beauty privilege memengaruhi kelima elemen komunikasi interpersonal menurut joseph a. devito, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. keterbukaan menjadi negatif karena minder dan terintimidasi, empati situasional dengan lebih menjaga perasaan individu berpenampilan menarik, pada sikap mendukung dan sikap positif lebih sering diberikan kepada perempuan dengan beauty privilege. sementara itu, kesetaraan menjadi elemen yang paling terdampak negatif, karena individu dengan daya tarik fisik lebih sering diprioritaskan dalam interaksi, sedangkan yang lain sering terpinggirkan. penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan respons antara informan laki-laki dan perempuan, di mana laki-laki lebih menunjukkan ketertarikan visual secara terbuka, sedangkan perempuan menunjukkan reaksi yang lebih kompleks, antara kagum dan terintimidasi. dengan demikian, beauty privilege terbukti memengaruhi komunikasi interpersonal pada generasi z di banda aceh secara signifikan, baik secara sadar maupun tidak. kata kunci: beauty privilege, komunikasi interpersonal, generasi z, banda aceh, daya tarik fisik
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
BEAUTY PRIVILEGE DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA GEN Z DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025
Baca Juga : KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU DALAM PEMBINAAN MORAL REMAJA DI SEKOLAH (STUDI TERHADAP GURU DALAM PEMBINAAN MORAL SISWA DI SMP NEGERI 8 DARUSSALAM BANDA ACEH) (Fahmi Ramadhan, 2018)
Abstract
Interpersonal communication serves as an essential medium in building healty and balanced social relationhips. Generation Z, as a group that actively engages in social interactions, is not exempt from the influence of physical appearance,which gives rise to the phonemenon of beauty privilege. This study aims to examine the influence of beauty privilege on interpersonal communication among Generation Z in Banda Aceh. The research employs a qualitative approach with six informants consisting of three females and three males from Generation Z in Banda Aceh, each with active social engagement through organizations and social media, including women who assess themselves based on how attractive they perceive their physical appearance to be. The informants were selected using a purposive sampling technique. Data were collected through in depth interviews with semi structured guidelines. They analysis processs involved data reduction, data presentation, and conclusion drawing based on the interactive model of Miles & Huberman. The findinfs reveal that beauty privilege affects the five elements of interpersonal; communication proposed by Joseph A. Devito openness, empathy, supportiveness, positiveness, and equality. Openness tends to become negative due to feelings of inferiority and intimidaton, empathy is situasional, showing more concern toward individuals with attractive appearances, while supportiveness and positiveness are more frequently directed toward women with beauty privilege. Meanwhile, equality is the most negatively affected element, as individuals with higher physical attractiveness tend to receive more attention and priority, while others are often marginalized. The study also indetifies gender based differences, where male informants show more complex reaction, ranging from admiration to intimidation. Thus, beauty privilege is proven to significantly influence interpersonal commununication among Generation Z in Banda Aceh, both consciously and unconsciously. Keywords: Beauty privilege, Interpersonal Communication, Generation Z, Banda Aceh, Physical Attractiveness
Baca Juga : POLA KOMUNIKASI DOKTER BEDAH UMUM DAN PASIEN DALAM PROSES PENYEMBUHAN DI RUMAH SAKIT UMUM MEURAXA (NURUL HAYATI, 2018)