Abstrak munculnya ritel modern seperti indomaret ke wilayah pedesaan menimbulkan tantangan serius bagi keberlangsungan usaha pedagang konvensional di gampong jurong peujera, kecamatan ingin jaya, kabupaten aceh besar. perubahan pola konsumsi akibat kehadiran indomaret berdampak pada menurunnya pendapatan dan kesetiaan pelanggan di warung kelontong. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pedagang konvensional dalam mempertahankan usahanya dengan mengoptimalkan modal sosial yang dimiliki. teori yang digunakan adalah teori modal sosial dari james coleman, yang menekankan pada tiga unsur utama: kepercayaan, norma sosial, dan jaringan sosial. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. adapun data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang membangun dan mempertahankan kepercayaan melalui interaksi yang ramah, jujur dalam transaksi, dan kemudahan dalam pembayaran. norma sosial seperti solidaritas dan saling menghargai memperkuat hubungan sosial antara pedagang dan pelanggan. jaringan sosial juga berperan penting dalam memperluas informasi, menjaga loyalitas pembeli, serta mendorong kerja sama antarpedagang. kerjasama antarpedagang disini berupa saling merekomendasikan toko lain saat barang tidak tersedia. namun, tantangan tetap muncul, terutama dari perubahan perilaku belanja pembeli yang lebih tertarik pada ritel modern. kondisi ini membuktikan bahwa strategi bertahan pedagang konvensional tidak hanya bergantung pada kekuatan modal sosial, tetapi juga memerlukan adaptasi terhadap teknologi dan inovasi pemasaran agar tetap mampu bertahan dalam dinamika ekonomi lokal yang terus berkembang. kata kunci: modal sosial, pedagang, indomaret, pedesaan, gampong jurong peujera
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
OPTIMALISASI MODAL SOSIAL PEDAGANG KONVENSIONAL DITENGAH KEHADIRAN INDOMARET. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sosiologi,2025
Baca Juga : STRATEGI BERTAHAN PEDAGANG FASHION KONVENSIONAL DI TENGAH PERKEMBANGAN E COMMERCE (STUDI KASUS PADA PEDAGANG FASHION DI PASAR INPRES TAKENGON) (SELPIA MAHARA, 2024)
Abstract
ABSTRACT The emergence of modern retailers such as Indomaret in rural areas has created serious challenges for the sustainability of conventional traders' businesses in Gampong Jurong Peujera, Ingin Jaya District, Aceh Besar Regency. Changes in consumption patterns due to the presence of Indomaret have resulted in decreased income and customer loyalty at grocery stores. This study aims to analyze the strategies of conventional traders in maintaining their businesses by optimizing their social capital. The theory used is James Coleman's social capital theory, which emphasizes three main elements: trust, social norms, and social networks. This study employed a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation. The results show that traders build and maintain trust through friendly interactions, honest transactions, and ease of payment. Social norms such as solidarity and mutual respect strengthen social relationships between traders and customers. Social networks also play an important role in expanding information, maintaining buyer loyalty, and encouraging cooperation between traders. Cooperation between traders here takes the form of recommending other stores when items are out of stock. However, challenges still arise, especially from changes in shopping behavior of buyers who are more interested in modern retail. This condition proves that conventional traders' survival strategies do not only depend on the strength of social capital, but also require adaptation to technology and marketing innovation to remain able to survive in the ever-evolving dynamics of the local economy. Keywords: Social Capital, Traders, Indomaret, Rural Areas, Gampong Jurong Peujera