Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
AIDIL SYAHPUTRA, AGENDA POLITIK PANGUYUBAN MAHASISWA ACEH SINGKIL (PMAS) PADA PEMILIHAN LEGISLATIF 2024. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sosiologi,2025

Peran paguyuban pemuda aceh singkil tidak terbatas pada sosial dan budaya. tetapi, terlibat juga dalam ranah politik pada pemilu tahun 2024 di aceh singkil dengan ikut serta pada arah pembangunan daerah yang menjadikan paguyuban sebagai wadah dalam menyatukan pemikiran, mengkaji isu dan merumuskan sikap kesadaran kolektif pada masyarakat aceh singkil sehingga keterlibatan politik yang dibangun melalui gerakan berlandaskan nilai-nilai integritas, tanggung jawab, dan etika. oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, strategi agenda politik paguyuban mahasiswa aceh singkil dalam konteks kontestasi politik elektoral tahun 2024. fenomena keterlibatan organisasi mahasiswa daerah dalam arena politik praktis menunjukkan adanya pergeseran fungsi gerakan mahasiswa dari sekadar wadah sosial dan kultural menuju arena advokasi dan representasi politik daerah. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus dan anggota pmas serta sejumlah aktor politik lokal aceh singkil. analisis dilakukan dengan menelusuri empat komponen utama dalam teori tarrow, yaitu peluang politik (political opportunities), struktur mobilisasi (mobilizing structures), pembingkaian makna (framing processes), dan repertoar aksi (repertoires of contention) dengan hasil bahwa pmas memanfaatkan momentum pemilihan legislatif 2024 sebagai peluang politik untuk memperkuat representasi daerah dan meningkatkan kesadaran politik generasi muda aceh singkil. struktur organisasi pmas berperan sebagai jaringan mobilisasi yang efektif dalam menyebarkan informasi politik dan membangun partisipasi mahasiswa. melalui strategi pembingkaian isu, pmas menekankan pentingnya keterwakilan politik yang inklusif serta peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. repertoar aksi yang digunakan meliputi diskusi publik, kampanye literasi politik, dan keterlibatan dalam forum politik daerah sehingga dapat disimpulkan bahwa agenda politik pmas pada pemilihan legislatif 2024 mencerminkan karakter gerakan sosial mahasiswa yang memadukan orientasi intelektual dan advokasi politik. dalam perspektif teori sidney tarrow, gerakan ini terbentuk karena adanya peluang politik yang terbuka, struktur mobilisasi yang kuat, serta pembingkaian makna perjuangan yang berhasil menggerakkan solidaritas kolektif di kalangan mahasiswa aceh singkil. kata kunci: paguyuban mahasiswa aceh singkil, gerakan sosial, agenda politik, pemilihan legislatif 2024, sidney tarrow.



Abstract

The role of the Aceh Singkil youth association is not limited to social and cultural matters. However, it is also involved in the political sphere in the 2024 elections in Aceh Singkil by participating in the direction of regional development that makes the association a forum for uniting thoughts, examining issues and formulating collective awareness attitudes in the Aceh Singkil community so that political involvement is built through movements based on the values of integrity, responsibility, and ethics. Therefore, this study aims to analyze the form and strategy of the Aceh Singkil Student Association's political agenda in the context of the 2024 electoral political contestation. The phenomenon of the involvement of regional student organizations in the practical political arena shows a shift in the function of the student movement from merely a social and cultural forum to an arena of advocacy and regional political representation. This study uses a descriptive qualitative approach with data obtained through interviews, observations, and documentation with PMAS administrators and members as well as several local political actors in Aceh Singkil. The analysis was conducted by exploring four main components in Tarrow's theory, namely political opportunities, mobilizing structures, framing processes, and repertoires of contention. The results show that PMAS utilized the momentum of the 2024 Legislative Election as a political opportunity to strengthen regional representation and increase political awareness of the younger generation in Aceh Singkil. The organizational structure of PMAS serves as an effective mobilization network in disseminating political information and building student participation. Through issue framing strategies, PMAS emphasizes the importance of inclusive political representation and the role of students as agents of social change. The repertoire of actions used includes public discussions, political literacy campaigns, and involvement in regional political forums. Therefore, it can be concluded that PMAS's political agenda in the 2024 Legislative Election reflects the character of a student social movement that combines intellectual orientation and political advocacy. From the perspective of Sidney Tarrow's theory, this movement was formed due to the existence of open political opportunities, a strong mobilization structure, and the framing of the meaning of the struggle which succeeded in moving collective solidarity among Aceh Singkil students. Keywords: Aceh Singkil Student Association, Social Movement, Political Agenda, 2024 Legislative Election, Sidney Tarrow.



    SERVICES DESK