Daya dukung tanah merupakan faktor penting dalam operasional pertambangan karena berpengaruh terhadap kestabilan alat berat seperti alat gali muat dan alat angkut. ketidakakuratan dalam menentukan daya dukung dapat menurunkan efisiensi dan meningkatkan risiko kecelakaan. penelitian ini bertujuan menganalisis daya dukung tanah terhadap pembebanan alat gali muat dan alat angkut di area disposal pt mifa bersaudara, serta membandingkan hasil metode empiris, laboratorium, dan numerik.metode yang digunakan meliputi uji lapangan dynamic cone penetrometer (dcp), konversi nilai california bearing ratio (cbr), uji geser langsung, serta perhitungan dengan metode terzaghi. analisis numerik dilakukan menggunakan perangkat lunak phase 2 untuk memodelkan respons tanah terhadap beban alat berat. hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daya dukung tanah pada material claystone masih berada di bawah ground pressure alat angkut hd 785-7 sebesar 205,2 kpa, sedangkan pada material sandstone mencapai 379,62–386,86 kpa dengan factor of safety 1,8 yang tergolong aman. pemodelan numerik menunjukkan bahwa penambahan lapisan pasir setebal 1–1,5 meter memberikan kestabilan terbaik dengan displacement rendah dan fos di atas 2,0. secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan empiris, laboratorium, dan numerik mampu memberikan gambaran terhadap kondisi daya dukung tanah pada jalan tambang di area disposal. lapisan pasir pada ketebalan optimum direkomendasikan sebagai material perkuatan jalan kerja untuk meningkatkan kestabilan dan keamanan operasi alat berat di lingkungan pertambangan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS DAYA DUKUNG TANAH TERHADAP PEMBEBANAN ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA JALAN TAMBANG DISPOSAL AREA DI PT MIFA BERSAUDARA, KECAMATAN MEUREUBO, KABUPATEN ACEH BARAT, PROVINSI ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik Pertambangan,2025
Baca Juga : EVALUASI JAM KERJA EFEKTIF DAN KESERASIAN KERJA ALAT GALI MUAT KOMATSU PC 800 SE DENGAN ALAT ANGKUT SCANIA P 420 PADA PENAMBANGAN BATU BARA PIT 1 TIMUR BANKO BARAT PT BUKIT ASAM (PERSERO) TBK (MUHAMMAD FADHIL, 2018)
Abstract
Soil bearing capacity is an essential factor in mining operations as it directly affects the stability of heavy equipment such as excavators and haul trucks. Inaccurate determination of bearing capacity can reduce operational efficiency and increase the risk of accidents. This study aims to analyze the soil bearing capacity under the loading of excavation and hauling equipment in the disposal area of PT Mifa Bersaudara, as well as to compare the results obtained from empirical, laboratory, and numerical methods. The methods applied include field testing using the Dynamic Cone Penetrometer (DCP), conversion of California Bearing Ratio (CBR) values, direct shear testing, and bearing capacity calculations based on Terzaghi’s theory. Numerical analysis was conducted using PHASE 2 software to model soil responses under dynamic loads generated by heavy equipment. The results show that the bearing capacity of claystone material is lower than the ground pressure of the HD 785-7 haul truck, which is 205.2 kPa, while the sandstone material exhibits a bearing capacity of 379.62–386.86 kPa with a factor of safety (FoS) of 1.8, indicating a stable condition. Numerical modeling revealed that adding a 1–1.5 m thick sand layer provided the best stability performance with low displacement and FoS values above 2.0. Overall, this study demonstrates that empirical, laboratory, and numerical approaches provides a comprehensive understanding of soil bearing capacity conditions in the disposal area mine roads. An optimum sand layer thickness is recommended as a reinforcement material for haul road construction to improve stability and ensure safe heavy equipment operation in mining environments
Baca Juga : OPTIMALISASI PRODUKTIVITAS ALAT ANGKUT PADA PROSES COAL HAULING DI PT MIFA BERSAUDARA, KABUPATEN ACEH BARAT, ACEH (M. RIDHA RADITHYA, 2025)