Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat di kabupaten pidie berdampak langsung terhadap kebutuhan pangan dan tekanan terhadap lahan pertanian, khusunya sawah. alih fungsi lahan menjadi tantangan utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah. kabupaten pidie terus mengalami kemajuan pembangunan dan pertambahan jumlah penduduk di setiap tahunnya. kondisi ini mengakibatkan berkurangnya luas lahan sawah serta meningkatnya tingkat konsumsi beras masyarakatnya. luas lahan sawah yang dialokasikan dalam rencana tata ruang wilayah kabupaten pidie tahun 2014-2034 seluas 26.648,63 ha yang tersebar di seluruh kecamatan di kabupaten pidie. penelitian ini dilakukan di kabupaten pidie mulai februari sampai juli 2025. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecukupan lahan sawah yang telah dialokasikan dalam rencana tata ruang wilayah (rtrw) kabupaten pidie tahun 2014-2034 terhadap kemampuan pemenuhan kebutuhan konsumsi pangan masyarakat hingga tahun 2034. penelitian dilakukan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan proyeksi penduduk secara geometrik serta prediksi produksi padi sawah melalui model tres eksponensial. data yang dianalisis meliputi jumlah penduduk tahun 2014-2024, luas lahan sawah yang terdapat di dalam dokumen rtrwk pidie tahun 2014-2034, data produksi padi selama tahun 2014-2024, angka rendemen beras yaitu 65%, serta nilai produktivitas padi kabupaten pidie tahun 2014-2024. penelitian ini mengasumsikan bahwa luas lahan sawah yang dialokasikan di dalam rtrw kabupaten pidie tahun 2014-2034 ialah tetap. hasil proyeksi menunjukkan bahwa pada tahun 2034 jumlah penduduk kabupaten pidie diperkirakan mencapai 496.441 jiwa dengan jumlah penduduk awal ialah 452.543 jiwa pada tahun 2024, dengan kebutuhan konsumsi beras sebesar ±56.594,27 ton berdasarkan standar konsumsi 114 kg per kapita dengan kebutuhan padi yang dibutuhkan mencapai 87.068,11 ton. dibandingkan dengan tahun 2024 yang total produksi padi di kabupaten pidie mencapai 255.398 ton. berdasarkan perhitungan prediksi, total produksi padi sawah hingga tahun 2034 diperkirakan mencapai 286.982 ton gabah kering giling yang jika jika dikonversi menjadi beras dengan angka rendemen 65% menghasilkan sekitar 186.538 ton beras. hal ini menunjukkan bahwa jumlah beras yang dihasilkan berdasarkan prediksi produksi padi pada tahun 2034 melebihi kebutuhan beras yang dibutukan masyarakat. adapun luas lahan sawah yang dialokasikan dalam rtrw seluas 26.648,63 ha dapat dikatakan cukup bahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan hingga akhir masa perencanaan. dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa alokasi lahan sawah dalam rtrw kabupaten pidie tahun 2014-2034 masih cukup untuk mendukung ketahanan pangan daerah apabila dikelola dan dijaga dari alih dungsi lahan yang tidak terkendali.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KECUKUPAN LAHAN SAWAH UNTUK MENDUKUNG KEBUTUHAN PANGAN BERDASARKAN RTRW KABUPATEN PIDIE TAHUN 2014-2034. Banda Aceh Fakultas Pertanian,
Baca Juga : ANALISIS KECUKUPAN LAHAN SAWAH BERDASARKAN ALOKASI RUANG DI DALAM RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN ACEH SELATAN TAHUN 2016-2036 (RARA AFRILA, 2025)
Abstract
The continuous population growth in Pidie Regency has a direct impact on food demand and pressure on agricultural land, particularly rice fields. Land conversion has become a major challenge in maintaining regional food security. Pidie Regency continues to experience development progress and an annual increase in population. This condition has resulted in a reduction of rice field areas and an increase in the community’s rice consumption level. The total rice field area allocated in the Spatial Plan (RTRW) of Pidie Regency for the period 2014–2034 is 26,648.63 hectares, distributed across all districts within the regency. This study was conducted in Pidie Regency from February to July 2025. The objective of the research is to analyze the adequacy of rice field areas allocated in the Spatial Plan (RTRW) of Pidie Regency 2014–2034 in meeting the food consumption needs of the population up to the year 2034. The study employed a descriptive quantitative analysis method, using a geometric population projection approach and a triple exponential model to predict rice field production. The analyzed data include the population from 2014 to 2024, rice field area as stated in the RTRW document of Pidie Regency 2014–2034, paddy production data from 2014 to 2024, a rice milling yield rate of 65%, and the productivity values of paddy in Pidie Regency from 2014 to 2024. The study assumes that the rice field area allocated in the RTRW remains constant. The projection results show that by 2034, the population of Pidie Regency is expected to reach 496,441 people, up from 452,543 in 2024, with an estimated rice consumption demand of approximately 56,594.27 tons based on a per capita consumption rate of 114 kg. This corresponds to a required paddy amount of 87,068.11 tons. In comparison, the total paddy production in Pidie Regency in 2024 reached 255,398 tons. Based on predictive calculations, total paddy production by 2034 is estimated to reach 286,982 tons of dry milled grain, which, when converted to rice at a 65% yield rate, produces approximately 186,538 tons of rice. This indicates that the predicted rice production in 2034 exceeds the community’s rice consumption needs. Therefore, the rice field area allocation of 26,648.63 hectares specified in the RTRW can be considered sufficient to meet food demands until the end of the planning period. In conclusion, the allocated rice field area in the Spatial Plan (RTRW) of Pidie Regency 2014–2034 is still adequate to support regional food security, provided that it is properly managed and protected from uncontrolled land conversion.
Baca Juga : OPTIMALISASI PEMENUHAN KEBUTUHAN PADI UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN ACEH BESAR (Fikri Ardian, 2015)