Pertanian, sebagai sektor vital dalam perekonomian indonesia, menghadapi tantangan besar dalam mencapai keberlanjutan produksi yang ramah lingkungan dan aman bagi konsumen. dalam hal ini, penerapan good agricultural practices (gap) menjadi salah satu solusi yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil pertanian, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan good agricultural practices (gap) terhadap pendapatan petani cabai merah di kecamatan ketol, kabupaten aceh tengah. gap merupakan serangkaian praktik budidaya yang dirancang untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan keberlanjutan produksi pertanian. dalam konteks pertanian cabai merah yang memiliki nilai ekonomis tinggi, penerapan gap diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan pestisida kimia dan meningkatkan daya saing produk di pasar. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. sampel penelitian terdiri dari 60 petani cabai merah di kecamatan ketol yang dipilih menggunakan kuota sampling. data dikumpulkan melalui survei dengan kuesioner yang mengukur tingkat penerapan gap dan pendapatan petani. analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui bagaimana penerapan gap di kecamatan ketol dan untuk membandingkan pendapatan antara petani yang menerapkan gap secara optimal dan yang tidak optimal. hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani di kecamatan ketol telah menerapkan gap dengan tingkat kepatuhan yang tinggi, terutama dalam aspek pemilihan benih, pengolahan lahan, dan pemupukan. namun, beberapa aspek gap seperti penggunaan perangkap warna dan perendaman benih dengan air hangat masih jarang diterapkan. secara keseluruhan, petani yang menerapkan gap secara optimal memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan petani yang tidak optimal dalam penerapan gap. ratarata pendapatan petani yang menerapkan gap secara optimal adalah rp396,523,847per musim tanam, sedangkan petani yang tidak optimal menerapkan gap memperoleh pendapatan rata-rata sebesar rp188.281.013per musim tanam. berdasarkan hasil analisis, penerapan gap secara optimal berkontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan petani, yang menunjukkan pentingnya adopsi praktik pertanian berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani. penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah dan lembaga terkait meningkatkan edukasi dan pendampingan teknis kepada petani, khususnya pada aspek yang masih rendah penerapannya, serta memberikan insentif pasar bagi produk yang dihasilkan dengan standar gap. dukungan ini diharapkan dapat mendorong petani untuk menerapkan gap secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan, sehingga meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka dalam jangka panjang. secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi, khususnya dalam upaya meningkatkan pendapatan petani cabai merah di kabupaten aceh tengah melalui penerapan gap.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DAMPAK PENERAPAN GOOD AGRICULTURE PRACTICES TERHADAP PENDAPATAN PETANI CABAI MERAH DI KECAMATAN KETOL, ACEH TENGAH. Banda Aceh Fakultas Pertanian Agribisnis (S1),2025
Baca Juga : ANALISIS EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PENGELOLAAN ZAKAT DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM (Romi Juliansyah, 2020)
Abstract
Agriculture, as a vital sector in Indonesia’s economy, faces major challenges in achieving environmentally sustainable and consumer-safe production. In this regard, the implementation of Good Agricultural Practices (GAP) is considered one of the key solutions to improve the efficiency and quality of agricultural production while maintaining environmental sustainability. This study aims to analyze the impact of implementing Good Agricultural Practices (GAP) on the income of red chili farmers in Ketol District, Central Aceh Regency. GAP refers to a set of cultivation practices designed to enhance the quality, efficiency, and sustainability of agricultural production. In the context of red chili farming, which holds high economic value, the adoption of GAP is expected to reduce dependence on chemical fertilizers and pesticides, while improving product competitiveness in the market. This research employs a quantitative approach with a descriptive design. The sample consists of 60 red chili farmers in Ketol District, selected using quota sampling. Data were collected through surveys using questionnaires that measured the level of GAP implementation and farmers’ income. Data analysis was carried out using descriptive analysis to identify the extent of GAP implementation in Ketol District and to compare the income levels between farmers who apply GAP optimally and those who do not. The results indicate that the majority of farmers in Ketol District have implemented GAP with a high level of compliance, particularly in aspects such as seed selection, land preparation, and fertilization. However, some components of GAP, such as the use of color traps and seed soaking in warm water, are still rarely applied. Overall, farmers who implement GAP optimally earn higher incomes compared to those who do not. The average income of farmers who apply GAP optimally is IDR 396,523,847 per planting season, while farmers with suboptimal implementation earn an average of IDR 188,281,013 per planting season. Based on the analysis, the optimal implementation of GAP contributes positively to increasing farmers’ income, highlighting the importance of adopting sustainable agricultural practices to enhance farmers’ economic well-being. This study recommends that the government and related institutions strengthen education and technical assistance for farmers, particularly in areas where GAP implementation remains low, and provide market incentives for products produced under GAP standards. Such support is expected to encourage farmers to adopt GAP more comprehensively and sustainably, thereby improving their productivity and income in the long term. In conclusion, this study contributes to the ongoing efforts to enhance the income of red chili farmers in Central Aceh Regency through the implementation of Good Agricultural Practices.
Baca Juga : ANALISIS BIAYA PEMASARAN DAN PENDAPATAN SAHATANI CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L) DI KECAMATAN BINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH (IKMAL PUTRA, 2020)