Sapi potong merupakan salah satu ternak ruminansia yang berkontribusi besar sebagai penghasil daging dalam pemenuhan kebutuhan pangan/protein hewani. pengembangan usaha sapi potong juga berperan penting dalam meningkatkan pendapatan peternak rakyat, terutama di wilayah pedesaan. sistem pemeliharaan ternak di kecamatan lembah seulawah umumnya masih bersifat semi-intensif, di mana ternak seperti sapi aceh dipelihara dalam kandang sederhana namun tetap diberikan kesempatan untuk merumput di padang penggembalaan sekitar. sebagian besar masyarakat juga telah memiliki tradisi beternak secara turun-temurun, sehingga perlu dilakukan pengkajian aspek teknis pemeliharaan sapi yang dapat memberikan gambaran dasar untuk memperbaiki mutu genetik, produktivitas dan pengembangannya. penelitian ini dilaksanakan pada bulan juli sampai bulan agustus 2025 di kecamatan lembah seulawah kabupaten aceh besar meliputi lima desa yaitu desa lamtamot, lambaro tunong, lon baroh, lon asan, paya keureleh, panca, lamkubu, panca kubu, dan desa teuladan. penelitian ini menggunakan metode survei terhadap 72 peternak sapi potong dengan menggunakan kuisioner. teknik pengambilan sampel secara acak dan penentuan jumlah sampel secara sengaja dengan pertimbangan peternak yang bersedia untuk diwawancara dengan ketentuan pemilihan minimal beternak selama 3 tahun. parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu kajian aspek teknis pemeliharaan sapi potong di kecamatan lembah seulawah kabupaten aceh besar menurut permentan n0.46/permentan/pk.210/8/2015 antara lain pola pemeliharaan, pemuliaan dan reproduksi, pakan ternak, manajemen kesehatan dan perkandangan. hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aspek teknis pemeliharaan sapi di kecamatan lembah seulawah menunjukkan hasil yang sudah baik dengan kategori cukup (>50%) pada aspek prasarana yaitu lokasi, lahan dan air, aspek sarana yaitu betina dan jantan, alat dan mesin peternakan dan kesehatan hewan, obat hewan dan kontruksi kandang, aspek pemeliharaan ekstensif yaitu pemeliharaan pedet & pedet lepas sapih, pemeliharaan sapi dara, pemeliharaan induk bunting, dan pemeliharaan pejantan, aspek perkawinan, dan aspek kesehatan dan kesejahteraan hewan sesuai dengan permentan no. 46 tahun 2015. aspek lainnya seperti bangunan, bangunan lain, sistem pemeliharaan intensif (pemeliharaan pedet, pemeliharaan pedet lepas sapih, pemeliharaan sapi dara dan pemeliharaan penggemukan), pemeliharaan semi intensif, perkawinan, dan pencatatan menunjukkan hasil kurang (≤ 50%) dan tidak sesuai dengan permentan no. 46 tahun 2015. kata kunci: aspek teknis pemeliharaan, sapi potong, kecamatan lembah seulawah, dan kabupaten aceh besar
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN ASPEK TEKNIS PEMELIHARAAN SAPI POTONG DI KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025
Baca Juga : STRATEGI PENGEMBANGAN TERNAK SAPI POTONG BERORIENTASI AGRIBISNIS DI KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR (Saina Hotmarida, 2017)
Abstract
Beef cattle are ruminant livestock that contribute significantly to meat production, meeting the need for food/animal protein. The development of beef cattle farming also plays a significant role in increasing the income of smallholder farmers, especially in rural areas. The livestock husbandry system in Lembah Seulawah District is generally semi-intensive, where livestock, such as Aceh cattle, are kept in simple pens but still given the opportunity to graze in the surrounding pastures. Most residents also have inherited livestock farming traditions, so it is necessary to study the technical aspects of cattle husbandry to provide a baseline for improving genetic quality, productivity, and development. This research was conducted from July to August 2025 in Lembah Seulawah District, Aceh Besar Regency, covering five villages: Lamtamot, Lambaro, Tunong, Lon Baroh, Lon Asan, Paya Keureleh, Panca, Lamkubu, Panca Kubu, and Teuladan. This study employed a survey method involving 72 beef cattle farmers using a questionnaire. The sampling technique was random and the sample size was determined purposively, with farmers willing to be interviewed, with a minimum of three years of livestock farming experience. The parameters observed in this study were a review of the technical aspects of beef cattle husbandry in Lembah Seulawah District, Aceh Besar Regency, according to Ministerial Regulation No. 46/Permentan/PK.210/8/2015, including husbandry patterns, breeding and reproduction, animal feed, health management, and housing. The results of the study indicate that the implementation of technical aspects of cattle husbandry in Lembah Seulawah District has shown good results, categorized as sufficient (>50%). These include infrastructure aspects, namely location, land, and water; facilities aspects, namely females and males, livestock equipment and machinery and animal health, veterinary medicines, and barn construction; extensive husbandry aspects, namely calf and weaned calf care, heifer care, pregnant sow care, and bull care; mating aspects, and animal health and welfare aspects, in accordance with Ministerial Regulation No. 46 of 2015. Other aspects, such as buildings and other structures, intensive husbandry systems (calf care, weaned calf care, heifer care, and fattening), semi-intensive husbandry, mating, and record-keeping, showed poor results (
Baca Juga : SISTEM PEMELIHARAAN SAPI POTONG DI KECAMATAN KUTA COT GLIE DAN KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR (ABIZAR, 2015)