Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
ZIKRI SABILILLAH, TINDAK PIDANA PERDAGANGAN SATWA YANG DILINDUNGI JENIS BURUNG TIONG MAS (GRACULA RELIGIOSA) (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI TAPAK TUAN). Banda Aceh Fakultas Hukum,2025

Abstrak zikri sabilillah (2025) tindak pidana perdagangan satwa liar yang dilindungi jenis burung tiong mas (gracula religiosa) (suatu penelitian di wilayah hukum pengadilan negeri tapaktuan) fakultas hukum universitas syiah kuala (vi,50) pp.,tabl.,bibl., ainal hadi, s.h., m.hum. tindak pidana perdagangan satwa liar yang dilindungi diatur dialam pasal 21 ayat (2) angka (1) dan pasal 40 angka (2) undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, bahwa setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi. diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah). pada kenyataannya, walaupun sudah ada payung hukumnya, tindak pidana ini masih terjadi di wilayah hukum pengadilan negeri tapaktuan. tujuan dari penulisan skripsi ini untuk menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana perdagangan satwa liar yang dilindungi jenis tiong mas, modus operandi dari tindak pidana perdagangan satwa liar yang dilindungi jenis tiong mas, serta upaya penanggulannya. penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris. data diperoleh melalui studi lapangan dan studi kepustakaan. studi lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer yang didapatkan dari hasil wawancara dengan responden. studi kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder dengan menelaah dan mempelajari peraturan perundang-undangan yang berlaku dan literatur yang terkait. dari hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab terjadinya yakni karenakan faktor ekonomi, adanya peminat, kurangnya pemahaman hukum terkait, serta lemanya penegakan hukum yang dilakukan. modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana menghubungi calon pembeli menggunakan handphone, kemudian membawa burung menggunakan kandang atau karung beras dan bertemu secara langsung dengan pembeli atau dengan cara ditawarkan di media sosial. upaya penanggulangannya berupa monitoring dan sosialisasi yang dilakukan baik oleh kepolisian maupun lembaga-lembaga terkait, melalui program edukasi yang komprehensif. pendidikan lingkungan dan kesadaran akan pentingnya pelestarian hayati. diharapkan kepada pemerintah dan segala lembaga-lembaga terkait dapat meningkatkan kinerjanya dalam upaya memberantas tindak pidana perdagangan satwa liar yang dilindungi jenis burung tiong mas. serta diberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku.



Abstract

-



    SERVICES DESK