Bitemark atau jejak gigitan adalah pola atau tanda yang ditinggalkan oleh gigitan pada permukaan kulit atau benda lain, yang dapat digunakan dalam identifikasi forensik. setiap individu memiliki pola gigitan yang unik, yang tercipta dari struktur gigi dan cara mengigit. pada beberapa penelitian mengatakan bahwa gigi premolar laki-laki berbeda dibandingkan perempuan. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan profil bitemark kelas ii gigi premolar satu berdasarkan jenis kelamin santri dayah ruhul islam anak bangsa. penelitian ini menggunakan desain pretest dan post-test non-eksperimental dengan melibatkan 90 subjek yang dikelompokkan ke dalam kategori laki-laki dan perempuan. pola bitemark kelas ii dibuat dengan menggunakan alginat sebagai cetakan negatif dan dental stone sebagai cetakan positif, yang kemudian dianalisis menggunakan metode xerography. hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran gigi premolar satu laki-laki lebih besar dibandingkan perempuan dalam aspek mesiodistal dan buccolingual namun, perbedaan yang dihasilkan tidak signifikan. kesimpulan penelitian ini adalah gigi premolar satu tidak dapat menjadi acuan untuk mebedakan antara laki-laki dan perempuan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PROFIL BITEMARK KELAS II GIGI PREMOLAR SATU BERDASARKAN JENIS KELAMIN SANTRI DAYAH RUHUL ISLAM ANAK BANGSA. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Gigi,2025
Baca Juga : PERAN DAYAH RUHUL FATAYAT DALAM MENDORONG PARTISIPASI SANTRI ( STUDI KEMENANGAN MAWARDI ALI DAN TENGKU HUSAINI A.WAHAB PADA PILKADA SERENTAK 2017 DI KABUPATEN ACEH BESAR ) (ZAHRITA, 2018)
Abstract
A bite mark is a pattern or sign left by a bite on the surface of the skin or other objects, which can be used in forensic identification. Each individual has a unique bite pattern, created by the structure of their teeth and biting method. Some studies suggest that the premolar teeth of men differ from those of women. The aim of this study is to determine the differences in the Class II bite mark profile of the first premolar based on gender among the students of Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa. This research uses a non-experimental pretest and post-test design involving 90 subjects, grouped into male and female categories. The Class II bite marks were made using alginate as a negative mold and dental stone as a positive mold, which were then analyzed using the xerography method. The results showed that the size of the first premolar in males was larger than in females in both mesiodistal and buccolingual aspects; however, the differences observed were not significant. This study concludes that the first premolar tooth is not reliable indicator for distinguishing between males and females.
Baca Juga : PERKEMBANGAN DAYAH RUHUL FATAYAT KECAMATAN SEULIMEUM ACEH BESAR, 1946-2014 (Ida Yaturrahmi, 2015)