Serangga permukaan tanah merupakan jenis dari serangga yang seluruh atau sebagian hidupnya ditemukan di permukaan tanah. serangga permukaan tanah menjadi bagian penting dalam suatu ekosistem atau habitat. keberadaan serangga permukaan tanah dalam suatu agroekosistem dipengaruhi oleh kondisi habitat, seperti iklim, ketebalan serasah, kandungan bahan organik, kesuburan tanah, ph tanah, suhu dan kelembapan. peranan serangga dalam ekosistem diantaranya adalah sebagai polinator, dekomposer, predator (pengendali hayati), dan parasitoid. penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui keanekaragaman serangga permukaan tanah pada tanaman ubi jalar di kecamatan lembah seulawah kabupaten aceh besar. penelitian ini dilaksanakan pada lahan perkebunan ubi jalar di desa saree aceh dan desa suka makmur kecamatan lembah seulawah kabupaten aceh besar. identifikasi serangga di lakukan di laboratorium ilmu hama tumbuhan fakultas pertanian universitas syiah kuala, sejak desember 2024 sampai mei 2025. penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel serangga permukaan tanah menggunakan perangkap pitfall trap. peubah yang diamati meliputi komposisi morfospesies serangga permukaan tanah, kelimpahan serangga permukaan tanah, indeks diversitas (keanekaragaman), indeks kemerataan dan indeks similaritas. data dianalisis secara kuantitatif dan diuji menggunakan uji-t. hasil penelitian menunjukkan bahwa, serangga permukaan tanah yang ditemukan pada lahan perkebunan ubi jalar di desa saree aceh terdapat 15 morfospesies dengan total individu 1.292, sedangkan di desa suka makmur terdapat 20 morfospesies dengan total 960 individu. serangga yang di temukan memiliki berbagai peran ekologi, diantarnya sebagai predator (anoplolepis gracillipes) yang paling mendominasi di desa saree aceh, dekomposer (onthophagus sp.1, onthophagus phanaides dan gryllodes sigilatus), hama (cylas formicarius). nilai indeks diversitas (h’) sangat rendah di kedua lokasi, yaitu 0,23 di desa saree aceh dan 0,09 di desa suka makmur, menunjukkan kondisi komunitas yang tidak stabil. indeks kemerataan (e) juga rendah, yaitu 0,03 di desa saree aceh dan 0,10 di desa suka makmur. meskipun kelimpahan individu lebih tinggi di saree aceh, struktur komunitas serangga di desa suka makmur lebih merata. indeks similaritas (is) sebesar 0,62 menunjukkan tingkat kemiripan yang tinggi antara kedua lahan. simpulan dari penelitian ini adalah keanekaragaman serangga permukaan tanah tidak hanya meningkatkan jumlah spesies serangga, tetapi juga meningkatkan berbagai peran penting serangga dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian. penelitian ini mendukung pentingnya pengayaan keanekaragaman serangga permukaan tanah untuk menciptakan agroekosistem yang lebih stabil, sehat dan berkelanjutan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PERMUKAAN TANAH PADA TANAMAN UBI JALAR (IPOMOEA BATATAS L.) DI KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025
Baca Juga : PERBANDINGAN KEUNTUNGAN USAHATANI BENGKUANG DAN UBI JALAR YANG DITUMPANGSARIKAN PADA LABAN TANAMAN KAKAO DI KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR (Fhadilah Andriany, 2020)
Abstract
Soil Surface Insects are types of insects whose entire or partial life cycles occur on the soil surface. These insects play an important role in an ecosystem or habitat. The presence of soil surface insects in an agroecosystem is influenced by habitat conditions such as climate, litter thickness, organic matter content, soil fertility, soil pH, temperature, and humidity. The roles of insects in an ecosystem include functioning as pollinators, decomposers, predators (biological control agents), and parasitoids. This study aimed to examine and determine the diversity of soil surface insects in sweet potato plantations located in Lembah Seulawah District, Aceh Besar Regency. The research was conducted on sweet potato plantations in Saree Aceh Village and Suka Makmur Village, Lembah Seulawah District, Aceh Besar Regency. The identification of insects was carried out at the Laboratory of Plant Pest Science, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, from December 2024 to May 2025. The study used a descriptive method, with sampling of soil surface insects conducted using pitfall trap techniques. The observed variables included the composition of morphospecies, abundance, diversity index, evenness index, and similarity index of soil surface insects. Data were analyzed quantitatively and tested using the t-test. The results showed that soil surface insects found in the sweet potato plantation in Saree Aceh Village consisted of 15 morphospecies with a total of 1,292 individuals, while in Suka Makmur Village there were 20 morphospecies with a total of 960 individuals. The identified insects played various ecological roles, including predators (such as Anoplolepis gracillipes), which dominated in Saree Aceh Village; decomposers (Onthophagus sp.1, Onthophagus phanaides, and Gryllodes sigillatus); and pests (Cylas formicarius). The diversity index (H’) was very low in both locations, with values of 0.23 in Saree Aceh and 0.09 in Suka Makmur, indicating unstable community conditions. The evenness index (E) was also low—0.03 in Saree Aceh and 0.10 in Suka Makmur. Although the abundance of individuals was higher in Saree Aceh, the insect community structure in Suka Makmur Village was more evenly distributed. The similarity index (IS) of 0.62 indicated a high level of similarity between the two sites. The conclusion of this study is that the diversity of soil surface insects not only increases the number of insect species but also enhances the various ecological functions of insects in maintaining the balance of agricultural ecosystems. This research supports the importance of enriching soil surface insect diversity to create a more stable, healthy, and sustainable agroecosystem.
Baca Juga : INVENTARISASI SERANGGA PADA TANAMAN KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) DI PERKEBUNAN RAKYAT PANTAN TERONG, KABUPATEN ACEH TENGAH (Mayana Winari Puja D, 2017)