Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
PUTRI SARA AMALIA, FRAUD HEXAGON IN FINANCIAL REPORTING: CASE STUDY OF THE STRONGEST ISLAMIC BANKS LISTED IN THE ASIAN BANKER 2024. Banda Aceh Fakultas Ekonomi dan Bisnis,2025

Penelitian ini mengkaji penerapan teori fraud hexagon dalam mendeteksi laporan keuangan curang pada bank-bank syariah terkuat di dunia yang tercantum dalam daftar the asian banker tahun 2024. meskipun berlandaskan pada prinsipprinsip islam, lembaga keuangan syariah tetap rentan terhadap kecurangan, sehingga diperlukan kerangka kerja yang kuat untuk mendeteksinya. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh enam elemen, yaitu tekanan (pressure), rasionalisasi (rationalization), peluang (opportunity), kapabilitas (capability), arogansi (arrogance), dan kolusi (collusion) terhadap kecurangan pelaporan keuangan, dengan menggunakan masing-masing proksi: leverage, rasio akrual total, pengawasan yang tidak efektif, pergantian direktur, dualitas ceo, dan proyek publik-swasta. dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari 213 laporan tahunan yang mencakup 71 bank syariah selama periode 2021 hingga 2023. analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda, dengan pengukuran laporan keuangan curang berdasarkan model f-score. hasil penelitian menunjukkan bahwa empat variabel, yaitu leverage (tekanan), rasio akrual total (rasionalisasi), pergantian direktur (kapabilitas), dan proyek publik-swasta (kolusi), berpengaruh signifikan terhadap kemungkinan terjadinya kecurangan pelaporan keuangan. sementara itu, pengawasan yang tidak efektif (peluang) dan dualitas ceo (arogansi) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik. temuan ini menegaskan relevansi teori fraud hexagon dalam konteks perbankan syariah, meskipun tidak semua komponen secara merata mampu memprediksi risiko kecurangan. studi ini menekankan pentingnya peningkatan mekanisme tata kelola dan pengendalian internal pada lembaga keuangan syariah untuk mengurangi kerentanan terhadap faktor-faktor kompleks yang memicu kecurangan. implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa lembaga pengatur dan pemangku kepentingan perlu mengintegrasikan strategi deteksi kecurangan yang multidimensional dan disesuaikan dengan karakteristik operasional unik dari bank syariah. kata kunci: fraud hexagon, laporan keuangan curang, bank syariah.



Abstract

This study investigates the applicability of the Fraud Hexagon Theory in detecting fraudulent financial statements among the world's strongest Islamic banks listed by The Asian Banker in 2024. Despite adherence to Islamic principles, Islamic financial institutions remain susceptible to fraud, necessitating robust frameworks for detection. This research aims to analyze the influence of six elements which is pressure, rationalization, opportunity, capability, arrogance, and collusion on financial reporting fraud, using their respective proxies: leverage, total accrual ratio, monitoring effectiveness, change in director, CEO duality, and public-private project. Employing a quantitative approach, the study utilized secondary data derived from 213 annual reports covering 71 Islamic banks from 2021 to 2023. Data analysis was conducted using multiple linear regression, with fraudulent financial statements measured via the F-score model. The results indicate that four variables, leverage (pressure), total accrual ratio (rationalization), change in director (capability), and public-private project (collusion), significantly affect the likelihood of fraudulent financial reporting. Meanwhile, monitoring effectiveness (opportunity) and CEO duality (arrogance) do not show a statistically significant influence. These findings confirm the relevance of the Fraud Hexagon Theory in the Islamic banking context, although not all components equally predict fraud risk. The study underscores the importance of enhancing governance mechanisms and internal controls in Islamic financial institutions to mitigate vulnerabilities associated with complex fraud drivers. The implications suggest that regulatory bodies and stakeholders should integrate multidimensional fraud detection strategies tailored to the unique operational environment of Islamic banks. Keyword: Fraud Hexagon, Fraudulent Financial Statement, Islamic Banks



    SERVICES DESK