Kopi arabika merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di indonesia, khususnya di aceh, yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan cita rasa khas. mutu biji kopi sangat dipengaruhi oleh proses pascapanen, terutama pengeringan. pengeringan secara tradisional dengan sinar matahari memiliki keterbatasan karena dipengaruhi cuaca dan berisiko menurunkan mutu. salah satu alternatif adalah penggunaan pengering efek rumah kaca (erk) yang memanfaatkan panas matahari secara efisien. integrasi teknologi internet of things (iot) pada pengeringan diharapkan dapat memantau parameter pengeringan secara real time untuk meningkatkan efisiensi dan tetap menjaga mutu hasil. penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan sistem iot berbasis esp32 dalam mengirim data suhu, kelembaban, dan berat secara online ke google spreadsheet. penelitian dilakukan di pusat riset mekanisasi dan perbengkelan pertanian, fakultas pertanian, universitas syiah kuala, menggunakan 1 kg biji kopi arabika hijau dari aceh tengah. sensor yang digunakan meliputi satu sensor suhu dan kelembaban dht22 serta tiga sensor berat tipe load cell 5 kg yang terhubung melalui modul hx711 ke esp32. data berat, suhu dan kelembaban dikirim setiap 15 menit ke google spreadsheet. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem iot mampu memantau pengeringan secara akurat dan real time, dengan hasil validasi sensor suhu dht22 menghasilkan r² = 0,9808 dan sensor kelembaban dht22 menghasilkan r² = 0,9603 terhadap alat ukur standar. validasi sensor berat load cell terhadap timbangan digital menunjukkan hasil yang konsisten dengan selisih minimal. sistem ini terbukti efektif dan akurat dalam pemantauan parameter pengeringan secara online dan real time, sehingga dapat diterapkan pada skala petani maupun industri kecil untuk meningkatkan efisiensi dan menjaga mutu proses pascapanen kopi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DESAIN INTERNET OF THINGS PADA PENGERINGAN BIJI KOPI ARABIKA MENGGUNAKAN PENGERING EFEK RUMAH KACA SECARA REAL TIME.. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025
Baca Juga : MODEL MATEMATIKA PENGERINGAN LAPISAN TIPIS KOPI ROBUSTA (COFFEA CANNEPHORA) PADA PENGERING TYPE EFEK RUMAH KACA DENGAN VARIABEL PEMANAS (TAUFIQ AL HAKIM, 2025)
Abstract
Arabica coffee is one of Indonesia's leading plantation commodities, particularly in Aceh, boasting high economic value and a distinctive flavor. Coffee bean quality is significantly influenced by post-harvest processing, particularly drying. Traditional sun-drying has limitations due to weather conditions and the risk of quality degradation. One alternative is the use of greenhouse dryers (GHEs), which efficiently utilize solar heat. Integrating Internet of Things (IoT) technology into the drying process is expected to allow real-time monitoring of drying parameters to improve efficiency while maintaining product quality. This study aims to test the capability of an ESP32-based IoT system in sending temperature, humidity, and weight data online to Google Spreadsheets. The study was conducted at the Agricultural Mechanization and Workshop Research Center, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, using 1 kg of green Arabica coffee beans from Central Aceh. The sensors used include one DHT22 temperature and humidity sensor and three 5 kg load cell weight sensors connected via an HX711 module to the ESP32. Weight, temperature, and humidity data are sent every 15 minutes to a Google Sheet. The results of this study demonstrate that the IoT system is capable of monitoring drying accurately and in real time. Validation of the DHT22 temperature sensor yielded an R² of 0.9808 and the DHT22 humidity sensor yielded an R² of 0.9603 against standard measuring instruments. Validation of the load cell weight sensor against a digital scale showed consistent results with minimal discrepancies. This system has proven effective and accurate in monitoring drying parameters online and in real time, making it applicable to both farmer-scale and small-scale industries to improve efficiency and maintain the quality of post-harvest coffee processing.
Baca Juga : KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGERING BIJI KOPI MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR KAYU DAN GAS (muhammad fauji, 2014)