Ringkasan indonesia merupakan negara dengan populasi ternak besar, khususnya sapi. di indonesia sendiri, terdapat beberapa jenis sapi lokal yang telah lama dikembangkan untuk diambil produknya (dagingnya). salah satu sapi asli yang ada di indonesia adalah sapi aceh . sapi aceh (bos indicus) merupakan salah satu jenis ternak yang memiliki nilai ekonomis tinggi di indonesia. keberadaan sapi aceh tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan peternak, tetapi juga berperan dalam ketahanan pangan nasional. bobot badan pedet atau anak sapi merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan kesehatan dan pertumbuhan ternak. pengukuran bobot badan yang akurat diperlukan untuk mengevaluasi perkembangan hewan secara tepat, mengatur pakan, dan merencanakan pengelolaan reproduksi yang optimal. penelitian dilaksanakan mulai tanggal desember 2024 sampai desember 2024. penelitian dilaksanakan di balai pembibitan ternak unggul dan hijauan pakan ternak indrapuri, desa reukih dayah kecamatan indrapuri kabupaten aceh besar. materi yang digunakan untuk penelitian adalah pedet sapi aceh jantan umur 4-5 bulan berjumlah 40 ekor. alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah timbangan digital 100kg wesco, untuk mengetahui bobot lahir pedet serta pita ukur dan tongkat ukur untuk mengukur panjang badan (pb) dan lingkar dada (ld) sapi. hasil penelitian terhadap 40 ekor pedet sapi aceh jantan usia 4–5 bulan di bptu-hpt indrapuri, diperoleh rata-rata bobot badan aktual sebesar 71,2 kg dengan koefisien variasi sebesar 13,39%, yang menunjukkan bahwa data bersifat homogen. hal ini mengindikasikan bahwa bobot badan pedet dalam kelompok usia tersebut relatif seragam. selain itu, dari hasil perbandingan estimasi bobot badan menggunakan rumus winter dan rumus schoorl, ditemukan bahwa rumus winter menghasilkan estimasi yang lebih mendekati bobot aktual (selisih rata-rata 4,37 kg), sedangkan rumus schoorl justru cenderung melebih-lebihkan estimasi bobot (selisih 14,18 kg). dari segi simpangan baku dan koefisien variasi, rumus winter juga menunjukkan penyebaran data yang lebih konsisten dan dekat dengan data aktual dibandingkan rumus schoorl.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PENDUGAAN PERHITUNGAN BOBOT BADAN SAPI ACEH JANTAN PRA SAPIH MENGGUNAKAN RUMUS WINTER DAN RUMUS SCHOORL DI BPTU-HPT INDRAPURI ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Pertanian Budidaya Peternakan (D3),2025
Baca Juga : PERBANDINGAN AKURASI PENDUGAAN BOBOT BADAN SAPI ACEH MENGGUNAKAN RUMUS LAMBOURNE, SCHROOL, WINTER DAN ARJODARMOKO DI BALAI PEMBIBITAN TERNAK UNGGUL DAN HIJAUAN PAKAN TERNAK (BPTU-HPT) INDRAPURI (IMAM WAHYUDI, 2026)
Abstract
SUMMARY Indonesia is a country with a large livestock population, particularly cattle. In Indonesia, several local cattle breeds have long been cultivated for their meat. One of Indonesia's native cattle is the Aceh cattle. Aceh cattle (Bos indicus) are a type of livestock with high economic value in Indonesia, particularly in the Aceh region. The presence of Aceh cattle not only contributes to increased livestock farmers' incomes but also plays a role in national food security. Calf weight is a crucial indicator of livestock health and growth. Accurate weight measurements are essential for accurately evaluating animal development, regulating feed intake, and planning optimal reproductive management. The research was conducted from December 2024 to December 2024. The research was conducted at the Indrapuri Superior Livestock and Forage Breeding Center, Reukih Dayah Village, Indrapuri District, Aceh Besar Regency. The material used for the research was 40 male Aceh cattle calves aged 4-5 months. The tools used in this study were a 100kg Wesco digital scale, to determine the birth weight of the calves, as well as measuring tapes and measuring sticks to measure the body length (PB) and chest circumference (LD) of the cattle. The results of a study of 40 male Aceh cattle calves aged 4–5 months at BPTU-HPT Indrapuri, obtained an average actual body weight of 71.2 kg with a coefficient of variation of 13.39%, which indicates that the data is homogeneous. This indicates that the body weight of calves in this age group is relatively uniform. In addition, from the results of the comparison of body weight estimates using the Winter Formula and the Schoorl Formula, it was found that the Winter Formula produced an estimate that was closer to the actual weight (an average difference of 4.37 kg), while the Schoorl Formula actually tended to overestimate the weight estimate (a difference of 14.18 kg). In terms of standard deviation and coefficient of variation, the Winter Formula also showed a more consistent data distribution and closer to the actual data than the Schoorl Formula.
Baca Juga : PENYIMPANGAN BOBOT BADAN SAPI ACEH JANTAN MENGGUNAKAN RUMUS LAMBOURNE TERHADAP BOBOT BADAN AKTUAL (Utari Desya Malik Lubis, 2019)