Kemenangan calon anggota legislatif yang baru terjun keranah politik praktis, selalu menjadi perhatian bagi banyak kalangan, sebab dalam prosesnya menyimpan faktor-faktor keterpilihan kandidat tersebut. demikian pula yang terjadi pada m. fadel variza yang merupakan calon anggota legislatif dprd provinsi riau dari partai amanat nasional yang terpilih pada daerah pemilihan 1. disamping menjadi tokoh baru dalam politik, secara usia fadel juga tergolong sangat muda. kemenangannya bahkan menyingkirkan kandidat petahana yang tentunya memiliki basis keterpilihan yang lebih kuat. tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi politik fadel sebagai pendatang baru pada pemilihan anggota dprd riau. penelitian ini menggunakan teori strategi politik didukung teori modalitas. metode penelitian ini adalah kualitatif. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa capaian kemenangan fadel dipengaruhi adanya intensifikasi relasi sosial yang dilingkaran politik lokal, dalam hal ini meliputi karena fadel terlibat aktif dalam berbagai komunitas atau organisasi sosial dan kepemudaan yang hal tersebut menjadi jaringan pemenangannya dalam pemilu legislatif. kemudian fadel juga memperoleh keuntungan dari peranan mertuanya yang merupakan tokoh publik dalam hal ini bupati siak dan ketua dpw pan provinsi riau. strategi selanjutnya yang diimplementasikan fadel dalam pemilu legislatif adalah membangun citra politik yang meliputi citra anak muda yang terjun kedalam politik dengan menyampaikan gagasan, visi dan misi yang baru bagi pembangunan daerah. disamping itu dalam masa kampanye, fadel juga menerapkan distribusi finansial yang efektif berupa penyaluran bantuan sosial dan pengelolaan dana kampanye yang tepat sasaran oleh tim pemenangan. dengan demikian penelitian ini memberikan saran, agar para kandidat legislatif dapat menyusun strategi politik terbaik dengan memaksimalkan berbagai modal yang dimiliki.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STRATEGI POLITIK NEWCOMER PADA PEMILIHAN ANGGOTA DPRD RIAU 2024RN(STUDI KASUS KETERPILIHAN M. FADEL VARIZA). Banda Aceh Fakultas Ilmu Soial dan Politik,2025
Baca Juga : STRATEGI PEMASARAN POLITIK SAFARUDDIN DALAM PEMILU LEGISLATIF PROVINSI ACEH DAERAH PEMILIHAN DAPIL 9 TAHUN 2019 (Mega Utami, 2023)
Abstract
The victory of newly emerging legislative candidates often draws attention from various circles, as the process behind it involves key factors influencing their electability. This is also the case with M. Fadel Variza, a newly appointed member of the Regional House of Representatives (DPRD) of Riau Province from the National Mandate Party (PAN), elected from Electoral District 1. In addition to being a new figure in politics, Fadel is also relatively young in age. His success even defeated incumbent candidates who arguably had stronger electoral bases. Therefore, this study was conducted to explore Fadel's political strategy as a newcomer in the DPRD Riau election. The research is analyzed using political strategy theory, supported by the theory of modalities. This study uses a qualitative method. The findings show that Fadel’s victory was influenced by the intensification of his social relations within the local political circle, particularly through his active involvement in various youth and social organizations, which became a foundation for his electoral network. Furthermore, Fadel benefited from the influence of his father-in-law, a public figure who serves as both the Regent of Siak and the Chairman of the PAN Regional Executive Board (DPW) in Riau Province. Another strategy implemented during the legislative election was the construction of a political image, portraying himself as a young politician presenting new ideas, visions, and missions for regional development. During the campaign period, Fadel also applied an effective financial distribution strategy, such as targeted social assistance and well-managed campaign funding by his campaign team. This study suggests that legislative candidates should design the best political strategies by optimizing various forms of capital they possess.