Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
CUT NAILA INAYATILLAH, PEMANFAATAN LIMBAH KAIN PERCA DALAM PEMBUATAN TABLET BAG DENGAN TEKNIK TRAPUNTO QUILTING DAN BEADING EMBROIDERY BERMOTIF BUNGONG JEUMPA (MAGNOLIA CHAMPACA). Banda Aceh Fakultas KIP PKK,2025

Limbah kain perca, sebagai sisa pemotongan produksi pakaian, umumnya tidak dimanfaatkan secara optimal meskipun berpotensi diolah kembali menjadi produk bernilai guna dan estetis. penelitian ini bertujuan untuk: mendesain dan membuat produk tablet bag berbasis limbah kain perca dengan menerapkan teknik trapunto quilting dan beading embroidery yang mengadaptasi motif bungong jeumpa, serta mengetahui daya tarik informan terhadap produk tersebut. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode eksperimen terapan. pemilihan subjek didasarkan pada kriteria memiliki pengetahuan tentang mendesain produk yang paham akan produk fungsional daur ulang, seorang yang berkecimpung dalam dunia produksi tas, berpengalaman dalam bidang quilting dan beading, serta pengguna aktif tablet yang memiliki pengalaman dalam pemanfaatan limbah kain, serta pemahaman terhadap kebutuhan produk aksesori fungsional. subjek penelitian terdiri dari lima orang yang ditentukan melalui purposive sampling, yaitu satu mahasiswa tata busana fkip usk, satu pengerajin souvenir, satu pengerajin quilting, satu pengerajin payet, dan satu pengguna tablet. hasil penelitian menunjukkan bahwa desain tablet bag menghasilkan dua model, yaitu clutch bag dan carryall bag, dengan warna dasar cokelat tua berpadu aksen krem dan hijau. informan menilai teknik trapunto quilting menjadi daya tarik unik karena jarang diaplikasikan pada produk sejenis, sedangkan beading embroidery memperkuat keindahan motif. selain itu, pemanfaatan limbah kain perca terbukti mampu meningkatkan nilai jual produk sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan dalam industri mode. kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemanfaatan limbah kain perca melalui kombinasi trapunto quilting dan beading embroidery bermotif bungong jeumpa mampu menghasilkan produk kreatif yang fungsional, estetis, ramah lingkungan, serta memiliki potensi daya saing di pasar fashion berkelanjutan. penelitian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan produk fashion berkelanjutan berbasis limbah tekstil, sekaligus memperluas ekspolrasi penggunaaan teknik hias dalam konteks aksesori modern.



Abstract

Fabric scraps, as remnants from garment production, is often underutilized despite its potential to be processed into functional and aesthetic products. The objectives of this research are to design and produce tablet bags made from fabric waste using these techniques, and to identify the product’s appeal based on informant evaluations. This study employed a descriptive qualitative approach with an applied experimental method. The selection of subjects was based on specific criteria, including knowledge of product design, understanding of functional recycled products, experience in bag production, expertise in quilting and beading, and active tablet usage with awareness of textile waste utilization and functional accessory needs. The research involved five subjects: a fashion design student from FKIP USK, a souvenir artisan, a quilting artisan, a beading artisan, and a tablet user. The findings of this investigation showed that the tablet bag design produced two models, namely a clutch bag and a carryall bag. Both designs used a dark brown base color combined with cream and green accents, which created an elegant yet modern impression. Informants highlighted the application of trapunto quilting as a unique feature since it is rarely used in similar products and provides an embossed effect with protective function. Meanwhile, beading embroidery was considered the most striking element, as beadwork enhanced the bungong jeumpa motif and added a sense of elegance and exclusivity. Furthermore, the use of fabric scraps was proven to increase the product’s market value while supporting sustainability principles in the fashion industry. In conclusion, the utilization of fabric scraps through the combination of quilting and beading embroidery with the bungong jeumpa motif resulted in creative products that are functional, aesthetic, eco-friendly, and competitive in the sustainable fashion market. This study is expected to inspire the development of sustainable fashion products from textile waste while broadening the exploration of decorative techniques in the context of modern accessories.

Baca Juga : PEMANFAATAN KAIN PERCA PADA PEMBUATAN TRAVEL SEWING KIT (CUT LUTHFA RAIHAN, 2019)



    SERVICES DESK