Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Halimatun Hajjah, MAKNA GERAK TARI TUAK KUKUR DI SANGGAR RENGGALI KABUPATEN ACEH TENGAH. Banda Aceh Fakultas FKIP UNSYIAH,2025

Abstrak halimatun hajjah (2025). makna gerak tari tuak kukur di sanggar renggali kabupaten aceh tengah. skripsi universitas syiah kuala. dibawah bimbingan tengku hartati , a.pd.,m.pd., dan ramdiana ,s.sn.,m.sn. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna ragam gerak tari tuak kukur di sanggar renggali, kabupaten aceh tengah, melalui pendekatan semiotika charles sanders peirce. tari tradisional masyarakat gayo ini terdiri atas 13 ragam gerak yang masing-masing merepresentasikan nilai filosofis, sosial, ekologis, dan spiritual. penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. analisis difokuskan pada teori tanda peirce yang membagi tanda menjadi ikon, indeks, dan simbol. hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam gerak tari tuak kukur bersifat ikonis karena menirukan fenomena alam dan aktivitas masyarakat, bersifat indeksikal karena memiliki hubungan langsung dengan kehidupan sosial seperti pertanian, keluarga, dan adat, serta bersifat simbolis karena mengandung pesan moral. contohnya, gerak tuk ni imo sebagai ikon suara burung dekukur, jege jemur sebagai indeks tanggung jawab orang tua menjaga anak gadis, serta tuk nimo sebagai simbol rasa syukur setelah panen. dengan demikian, tari tuak kukur dapat dipahami sebagai sistem tanda yang merepresentasikan hubungan erat antara manusia, alam, dan budaya gayo. kata kunci: makna gerak tari tuak kukur, semiotika peirce, ikon, indeks, simbol



Abstract

ABSTRACT Halimatun Hajjah (2025). The Meaning of the Movements of the Tuak Kukur Dance at Sanggar Renggali, Central Aceh Regency. Undergraduate Thesis, Universitas Syiah Kuala. Supervised by Tengku Hartati, A.Pd., M.Pd., and Ramdiana, S.Sn., M.Sn This study aims to explore the meaning of the movement patterns of the Tuak Kukur Dance at Sanggar Renggali, Central Aceh Regency, through the semiotic approach of Charles Sanders Peirce. This traditional Gayo dance consists of 13 movements, each representing philosophical, social, ecological, and spiritual values. The research employs a qualitative method using observation, interviews, and documentation. The analysis focuses on Peirce’s theory of signs, which divides signs into icons, indexes, and symbols. The findings show that the Tuak Kukur Dance movements function as icons by imitating natural phenomena and community activities, as indexes by having a direct relation to social and agricultural life, and as symbols by conveying moral. For example, Tuk Ni Imo serves as an icon of the forest bird’s call, Jege Jemur as an index of parental responsibility to protect daughters, and Tuk Nimo as a symbol of gratitude after the harvest. Therefore, the Tuak Kukur Dance can be understood as a sign system that reflects the close relationship between humans, nature, and Gayo culture. Keywords: The Meaning of the Movements of the Tuak Kukur Dance, Peirce’s Semiotics, Icon, Index, Symbol



    SERVICES DESK