Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Nadiatul Rahma Wardah Ar, EFEKTIVITAS BIMBINGAN PERKAWINAN (BIMWIN) DALAM MENGURANGI ANGKA PERCERAIAN DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Hukum,2025

Abstrak nadiatul rahma abstrak efektivitas bimbingan perkawinan (bimwin) dalam mengurangi angka perceraian di kota banda aceh fakultas hukum universitas syiah kuala (iv, 71), pp., bibl., tabl. wardah ar, 2025 dr. teuku saiful, s.h., m.hum. pasal 5 ayat (1) peraturan menteri agama republik indonesia nomor 30 tahun 2024 tentang pencatatan pernikahan, menyatakan bahwa calon pengantin yang telah melakukan pendaftaran kehendak nikah wajib mengikuti bimbingan perkawinan, tujuan bimbingan perkawinan adalah untuk membekali calon pengantin tentang pengetahuan dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. meski kegiatan bimbingan perkawinan sudah diikuti, namun masih saja ditemukan pasangan yang melakukan perceraian. penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan bimbingan perkawinan terhadap calon pengantin, menjelaskan efektivitas pelaksanaan bimbingan perkawinan dalam mengurangi angka perceraian, serta menjelaskan kendala dan upaya dalam melaksanakan bimbingan perkawinan di kota banda aceh. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris dengan menggunakan metode purposive sampling (kelayakan) dalam menentukan sampel penelitian. penelitian ini menggunakan dua metode pengumpulan data, yaitu penelitian lapangan (field research) dan penelitian kepustakaan (library research), dengan pengolahan data penelitian ini dilakukan melalui metode kualitatif. hasil penelitian ditemukan bahwa pelaksanaan bimbingan perkawinan sebagaimana dilakukan oleh kemenag kota banda aceh melalui kua kecamatan syiah kuala, meuraxa dan jaya baru dilakukan dengan metode tatap muka langsung, secara virtual dan mandiri. apabila terdapat calon pengantin yang tidak mengikuti bimbingan perkawinan, maka tidak akan bisa mencetak buku nikah hingga mengikuti kegiatan tersebut. bimbingan perkawinan efektif dalam menekan angka perceraian yang ada di masyarakat kota banda aceh, meskipun tidak signifikan. pelaksanaan bimbingan perkawinan di kota banda aceh terdapat beberapa kendala, seperti: kurangnya partitisipasi calon pengantin, keterbatasan sdm fasilitator, kurangnya koordinasi antar instansi, keterbatasan sarana, prasarana dan anggaran. dalam menghadapi kendala tersebut, hal-hal yang sudah dilakukan diantaranya seperti: melakukan sosialisasi, peguatan dan pelatihan fasilitator, meningkatkan koordinasi antar instansi, memanfaatkan saranan/ prasarana alternatif dan melakukan optimalisasi serta efisiensi terhadap anggaran. disarankan kepada kemenag kota banda aceh untuk tetap terus melakukan evalusasi rutin terhadap pelaksanaan bimbingan perkawinan tersebut. disarankan juga kepada kemenag kota banda aceh untuk menyusun laporan dan data sebagai ukuran dampak dari program ini. disarankan juga kemenag kota banda aceh untuk mengusulkan penambahan anggaran terkait pelaksanaan bimbingan perkawinan ini ke kementerian agama republik indonesia.



Abstract



    SERVICES DESK