Abstrak aliya novita (2025). analisis struktur bentuk motif pucuk reubong dan motif batu giok pada kain batik khas nagan raya sebagai identitas daerah. [skripsi. universitas syiah kuala]. dibawah bimbingan dr. rida safuan selian, s.pd., m.pd dan dr.sn. mukhsin putra hafid, s.sn., m.a. fenomena munculnya batik khas kabupaten nagan raya yang mengangkat dua motif utama, yaitu pucuk reubong dan batu giok, menjadi perhatian karena keduanya tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya daerah. motif ini diresmikan sebagai batik khas nagan raya pada tahun 2023 dan mulai digunakan secara luas oleh masyarakat serta aparatur sipil negara (asn) sebagai bentuk kebanggaan dan promosi budaya lokal. keunikan motif pucuk reubong dan batu giok terletak pada struktur bentuknya yang berbeda dari motif batik daerah lain, sehingga menarik untuk dikaji dari segi visual dan nilai simboliknya. penelitian ini membahas analisis struktur bentuk pada dua motif utama batik khas nagan raya, yaitu pucuk reubong dan batu giok, yang berperan sebagai representasi identitas budaya daerah. tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan secara rinci elemen visual dan susunan bentuk yang membangun kedua motif tersebut, serta menjelaskan bagaimana hubungan antara garis, bidang, dan komposisi menciptakan pola yang teratur dan mencerminkan nilai lokal. metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi langsung terhadap kain batik, dokumentasi, serta wawancara dengan narasumber terkait proses penciptaan dan makna motif. analisis data dilakukan dengan memadukan teori formalis significant form clive bell untuk membaca struktur dan susunan bentuk, teori komposisi sofyan salam untuk menelaah prinsip keseimbangan, kesatuan, dan ritme, serta teori identitas budaya stuart hall untuk memahami fungsi simbolik motif dalam memperkuat jati diri masyarakat nagan raya. hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap motif memiliki struktur visual yang khas namun saling mendukung secara komposisi: pucuk reubong menggambarkan pertumbuhan dan kelenturan melalui susunan ruas dan daun bambu, batu giok menghadirkan pola lingkar dan bidang geometris yang melambangkan kekayaan alam, sedangkan pintu aceh menampilkan detail arsitektural yang menegaskan kedekatan dengan tradisi. ketiganya membentuk rancangan yang harmonis dan merepresentasikan identitas budaya daerah. simpulan penelitian menegaskan bahwa batik khas nagan raya bukan sekadar karya seni terapan, melainkan media representasi yang mengekspresikan nilai, sejarah, dan kebanggaan masyarakat melalui struktur bentuk motifnya. kata kunci: batik khas nagan raya, pucuk reubong, batu giok, pintu aceh, struktur bentuk, identitas daerah
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS STRUKTUR BENTUK MOTIF PUCUK REUBONG DAN MOTIF BATU GIOK PADA KAIN BATIK KHAS NAGAN RAYA SEBAGAI IDENTITAS DAERAH. Banda Aceh Fakultas KIP,2025
Baca Juga : PENERAPAN RAGAM RIAS ACEH PADA BATIK DEKRANAS BANDA ACEH (Nurjannah, 2024)
Abstract
ABSTRACT Aliya Novita (2025). Analysis of the Structural Form of the Reubong Bud and Jade Stone Motifs on Batik Fabric Unique to Nagan Raya as a Regional Identity. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the supervision of Dr. Rida Safuan Selian, S.Pd., M.Pd and Dr. Sn. Mukhsin Putra Hafid, S.Sn., M.A. The phenomenon of the emergence of batik unique to Nagan Raya Regency, featuring two main motifs, namely pucuk Reubong and jade stone, has garnered attention because they not only display visual beauty but also represent the region's cultural identity. These motifs were officially designated as Nagan Raya's signature batik in 2023 and have begun to be widely used by the community as well as by civil servants (ASN) as a form of pride and promotion of local culture. The uniqueness of the pucuk Reubong and jade stone motifs lies in their structural forms, which differ from other regional batik patterns, making them interesting to study in terms of visual appeal and symbolic value. This research discusses the analysis of the structural forms in two main motifs of Nagan Raya batik, namely the pucuk Reubong and jade stone, which serve as representations of the regional cultural identity. The purpose of the research is to describe in detail the visual elements and the arrangement of forms that build these two motifs, as well as to explain how the relationship between lines, fields, and composition creates an orderly pattern that reflects local values. The research method used is descriptive qualitative with a direct observational approach to batik fabric, documentation, and interviews with sources related to the creation process and meaning of the motifs. Data analysis is conducted by combining Clive Bell's formalist theory of significant form to read structure and arrangement, Sofyan Salam's composition theory to examine principles of balance, unity, and rhythm, and Stuart Hall's cultural identity theory to understand the symbolic functions of motifs in reinforcing the identity of the Nagan Raya community. The research results show that each motif has a distinct visual structure yet supports each other compositionally: the Reubong shoot depicts growth and flexibility through the arrangement of bamboo nodes and leaves, jade presents circular patterns and geometric fields representing natural wealth, while the Aceh door showcases architectural details that emphasize proximity to tradition. Together, they form a harmonious design that represents the cultural identity of the region. The study concludes that the characteristic batik of Nagan Raya is not merely a form of applied art, but a medium of representation that expresses the values, history, and pride of the community through the structural forms of its motifs. Keywords: typical Nagan Raya batik, Reubong shoots, jade stone, Aceh door, structure form, regional identity
Baca Juga : PERKEMBANGAN BENTUK MOTIF BORDIR PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI DESA BAET MESJID KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR (JIHAN ALIFIA, 2023)