Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
NIZA RUSITA MAIZANTI, AN ANALYSIS OF METAPHORICAL TYPES IN ACEHNESE HADIH MAJA (A LINGUISTIC STUDY ON ACEHNESE ORAL TRADITION). Banda Aceh Fakultas KIP,2025

Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan dalam interaksi sosial. dalam komunikasi, metafora memiliki peran penting dalam mengekspresikan makna yang melampaui interpretasi harfiah. salah satu bentuk ungkapan metaforis dalam budaya aceh ditemukan dalam hadih maja, yaitu kumpulan kearifan lisan tradisional yang berakar kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat aceh dan berfungsi sebagai pedoman berupa nasihat serta nilai-nilai moral. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis metafora yang terdapat dalam hadih maja berdasarkan teori ullmann serta menafsirkan makna di baliknya. penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data yang divalidasi melalui wawancara dengan para ahli. sebanyak 211 ungkapan dianalisis. hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis metafora yang paling dominan berdasarkan ullmann (1974) adalah metafora konkret-ke-abstrak, dengan 59 temuan (28%). selanjutnya diikuti oleh metafora hewan sebanyak 35 temuan (16,6%), metafora antropomorfik sebanyak 4 temuan (1,9%), dan metafora sinestetik sebanyak 3 temuan (1,4%). selain itu, ditemukan tiga jenis metafora yang berada di luar teori yang ada, yaitu metafora konkret-ke-konkret, abstrak-ke-konkret, dan abstrak-ke-abstrak. analisis mengungkapkan bahwa hadih maja mencerminkan hubungan yang kuat antara masyarakat aceh dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya. dominasi metafora konkret-ke-abstrak menunjukkan bahwa masyarakat aceh sering mengambil inspirasi dari unsur-unsur dunia nyata seperti alam, hewan, dan aktivitas sehari-hari untuk menyampaikan pesan moral yang kompleks atau abstrak. temuan ini menegaskan pentingnya metafora dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan tradisional dalam masyarakat aceh. kata kunci: budaya aceh, hadih maja, metafora


Baca Juga : DESCRIPTION OF REDUPLICATION IN ACEHNESE (Lussi Maunira, 2018)


Abstract

Language is a tool of communication used in social interaction. In communication, metaphor plays an essential role in expressing meanings beyond literal interpretation. One form of metaphorical expression in Acehnese culture is found in Hadih Maja, a traditional collection of oral wisdom deeply rooted in the daily life of Acehnese people that serve as guidance in the form of advice and moral values. This study aims to identify tsypes of metaphors found in Hadih Maja based on Ullmann’s theory and to interpret the meanings behind them. The research employs a descriptive qualitative method, with data validated through expert interviews. A total of 211 expressions were analyzed. The findings show that the most dominant type of metaphor based on Ullman (1974) is the concrete to-abstract metaphor, with 59 instances (28%). This is followed by animal metaphors with 35 instances (16.6%), anthropomorphic metaphors with 4 instances (1.9%), and synesthetic metaphors with 3 instances (1.4%). In addition, There are three types of metaphors found beyond the existing theory, namely concrete-to-concrete, abstract-to-concrete, and abstract-to-abstract metaphors.. The analysis reveals that Hadih Maja reflects a strong connection between the Acehnese community and their natural, social, and cultural surroundings. The prevalence of concrete-to-abstract metaphors indicates that Acehnese people often draw from real-world elements such as nature, animals, and daily life activities to convey complex or abstract moral messages. These findings highlight the importance of metaphor in preserving cultural values and traditional wisdom in Acehnese society. Keywords: Acehenese culture, Hadih Maja, Metaphor



    SERVICES DESK