Dari sisi politik, situasi di kota sigli menjadi semakin menarik ketika mempertimbangkan peran tokoh agama sebagai kekuatan dominan dalam arena politik. dalam banyak pemilihan sebelumnya, dukungan dari tokoh-tokoh agama sering kali menjadi penentu utama bagi keberhasilan calon yang bertarung, hal ini disebabkan adanya hubungan yang kuat antara dukungan politik tokoh agama dengan politik lokal. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran hegemoni tokoh agama, khususnya teungku al-mukarram, dalam memengaruhi pilihan politik masyarakat kota sigli pada pemilihan presiden 2024. dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menggali dinamika interaksi antara otoritas keagamaan dan politik lokal, serta dampaknya terhadap perilaku pemilih. teori hegemoni antonio gramsci menjadi kerangka analisis utama dalam memahami fenomena ini. hasil penelitian menunjukkan bahwa teungku al-mukarram dalam menjalankan peran politiknya belum sepenuhnya sesuai dengan kerangka hukum dalam politik yang mengharuskan adanya netralitas. selain itu, penelitian ini mengungkapkan bahwa peran lembaga institusi seperti bawaslu dalam menjaga integritas pemilu juga mengalami banyak hambatan seperti kurangnya pengawasan yang memadai, sehingga tokoh agama yang terkadang kurang netral tidak dpengaruh teungku al-mukarram sebagai local strongman tidak hanya terbatas dapat diproses lebih lanjut. dalam kaitannya dengan hegemoni, teungku al-mukarram merujuk pada dominasi yang membuat pengikutnya secara sukarela mengikuti kehendaknya. dari segi hasil pemilihan, dukungan terhadap pasangan calon 01 mencapai 61,3% di kota sigli, menunjukkan adanya korelasi antara hegemoni tokoh agama dan perolehan suara. namun, penelitian ini juga menemukan adanya resistensi dari sebagian masyarakat yang menekankan pentingnya pemikiran kritis dan independensi dalam memilih pemimpin. secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa hegemoni tokoh agama memiliki peran yang cukup besar terhadap dinamika politik lokal, namun juga menyoroti perlunya menjaga keseimbangan antara pengaruh keagamaan dan prinsip-prinsip demokrasi. penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian politik islam dan pemahaman tentang peran tokoh agama dalam pemilu di indonesia. kata kunci: hegemoni, teungku al-mukarram, pemilihan presiden, netralitas
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HEGEMONI TOKOH AGAMA DALAM PEMENANGAN PASANGAN CALON 01 PADA PEMILIHAN PRESIDEN 2024 DI KOTA SIGLI. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025
Baca Juga : PENGARUH BALIHO POLITIK PASANGAN CALON PRESIDEN TERHADAP PERILAKU PEMILIH DI KOTA BANDA ACEH PADA PEMILU SERENTAK TAHUN 2024 (Laila Qadrina, 2025)
Abstract
From a political perspective, the situation in Sigli City becomes even more interesting when considering the role of religious figures as a dominant force in the political arena. In many previous elections, support from religious figures has often been a major determinant of the success of competing candidates, this is due to the strong relationship between political support from religious figures and local politics. This study aims to analyze the hegemonic role of religious figures, especially Teungku Al-Mukarram, in influencing the political choices of the people of Sigli City in the 2024 Presidential Election. Using a qualitative approach and case study method, this study explores the dynamics of interactions between religious authorities and local politics, and their impact on voter behavior. Antonio Gramsci's theory of hegemony serves as the main analytical framework in understanding this phenomenon. The results of the study indicate that Teungku Al- Mukarram in carrying out his political role has not fully complied with the legal framework in politics that requires neutrality. In addition, this study reveals that the role of institutions such as Bawaslu in maintaining election integrity also faces many obstacles such as a lack of adequate supervision, so that religious figures who are sometimes less than neutral are not influenced by Teungku Al-Mukarram as a local strongman not only limited to being able to be processed further. In relation to hegemony, Teungku Al-Mukarram refers to the dominance that makes his followers voluntarily follow his will. In terms of election results, support for Candidate Pair 01 reached 61.3% in Sigli City, indicating a correlation between the hegemony of religious figures and vote acquisition. However, this study also found resistance from some communities who emphasized the importance of critical thinking and independence in choosing leaders. Overall, this study concludes that the hegemony of religious figures plays a significant role in local political dynamics, but also highlights the need to maintain a balance between religious influence and democratic principles. This research is expected to contribute to the development of Islamic political studies and an understanding of the role of religious figures in elections in Indonesia. Keywords: Hegemony, Teungku Al-Mukarram, Presidential Election, Neutrality
Baca Juga : ANALISIS DINAMIKA SENTIMEN DAN DETEKSI ANOMALI DALAM OPINI PUBLIK TERKAIT KAMPANYE PRESIDEN 2024 MENGGUNAKAN METODE BERTOPIC (Diaz Darsya Rizqullah, 2025)