Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
T.M. Fadhil Rizkiansyah, EKSISTENSI KOMUNITAS SENI MURAL DI KOTA BANDA ACEH : STUDI KASUS KOMUNITAS AKARIMAJI. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025

Abstrak penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan komunitas seni mural di kota banda aceh, dengan fokus khusus pada komunitas akarimaji. latar belakang penelitian ini berangkat dari perkembangan seni visual yang berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan pesan dan makna melalui berbagai bentuk media, termasuk mural. seni mural di banda aceh tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi artistik, tetapi juga sebagai alat komunikasi sosial yang mencerminkan isu-isu lokal dan identitas budaya masyarakat. dalam konteks ini, seni mural menjadi penting karena dapat menghubungkan seniman dengan masyarakat, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi dan berekspresi. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah praktik sosial yang dikemukakan oleh pierre bourdieu, yang menekankan pentingnya habitus, modal, dan arena dalam memahami interaksi sosial di dalam komunitas. hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas akarimaji berhasil dalam memperkenalkan dan mempertahankan seni mural di banda aceh, meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan ruang publik dan pandangan masyarakat yang beragam terhadap seni mural. rekomendasi dari penelitian ini mencakup perlunya edukasi kepada masyarakat mengenai nilai dan makna seni mural, serta dukungan dari pemerintah untuk menciptakan ruang yang lebih baik bagi ekspresi seni di ruang publik. dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan seni mural sebagai bagian dari warisan budaya di banda aceh. kata kunci: seni mural, komunitas akarimaji, banda aceh, interaksi sosial, identitas budaya.



Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the existence of the mural art community in Banda Aceh, specifically focusing on the Akarimaji community. The background of this research stems from the development of visual art as a means of conveying messages and meanings through various media forms, including murals. Mural art in Banda Aceh serves not only as artistic expression but also as a social communication tool that reflects local issues and the cultural identity of the community. In this context, mural art becomes significant as it connects artists with the public and provides a space for community interaction and expression. The methodology employed in this research is a qualitative descriptive approach, involving data collection through observations, interviews, and documentation. The theory applied in this study is Pierre Bourdieu's social practice theory, which emphasizes the importance of habitus, capital, and field in understanding social interactions within the community. The findings indicate that the Akarimaji community has successfully introduced and maintained mural art in Banda Aceh, despite facing various challenges such as limited public space and diverse societal perceptions of mural art. Recommendations from this study include the need for public education regarding the value and meaning of mural art, as well as support from the government to create better spaces for artistic expression in public areas. Thus, this research is expected to contribute to the development of mural art as part of the cultural heritage in Banda Aceh. Keywords: Mural art, Akarimaji community, Banda Aceh, social interaction, cultural identity.

Baca Juga : HIPHOP PADA KOMUNITAS SAHC DI TAPAKTUAN (TAUFIQ IHYA U, 2018)



    SERVICES DESK