Perkembangan teknologi membuat media sosial semakin populer, salah satunya adalah tiktok yang paling banyak digunakan oleh kelompok generasi z. kebebasan dan keluasan di tiktok melahirkan banyak tren yang sering diikuti penggunanya, salah satunya adalah marriage is scary. banyaknya pengguna yang ikut membuat konten marriage is scary dengan narasi yang menunjukkan perasaan takut dan khawatir mereka terhadap pernikahan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan konten tiktok marriage is scary terhadap perilaku fear of missing out (fomo) generasi z kota banda aceh. metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei terhadap 120 responden. instrumen pengumpulan data berupa kuesioner menggunakan skala likert, dan teknik analisis data dilakukan dengan regresi linear sederhana. hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat terpaan konten tiktok marriage is scary berada dalam kategori tinggi (83,3%), dan perilaku fear of missing out (fomo) juga berada dalam kategori tinggi (52,5%). analisis regresi menunjukkan adanya pengaruh positif antara kedua variabel, meskipun dalam kategori rendah sebesar 15,8%. hal ini menunjukkan bahwa meskipun konten tiktok marriage is scary memiliki daya jangkau yang luas, perilaku fomo juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi psikologis dan nilai sosial-budaya. penelitian ini memiliki keterbatasan pada instrumen variabel fomo yang belum secara spesifik mengaitkan item pernyataan dengan konten marriage is scary, sehingga disarankan pada penelitian selanjutnya untuk menggunakan instrumen yang lebih terarah agar hasil yang diperoleh lebih mendalam dan kontekstual. kata kunci: marriage is scary, tiktok, fear of missing out (fomo), generasi z, terpaan media perkembangan teknologi membuat media sosial semakin populer, salah satunya adalah tiktok yang paling banyak digunakan oleh kelompok generasi z. kebebasan dan keluasan di tiktok melahirkan banyak tren yang sering diikuti penggunanya, salah satunya adalah marriage is scary. banyaknya pengguna yang ikut membuat konten marriage is scary dengan narasi yang menunjukkan perasaan takut dan khawatir mereka terhadap pernikahan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan konten tiktok marriage is scary terhadap perilaku fear of missing out (fomo) generasi z kota banda aceh. metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei terhadap 120 responden. instrumen pengumpulan data berupa kuesioner menggunakan skala likert, dan teknik analisis data dilakukan dengan regresi linear sederhana. hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat terpaan konten tiktok marriage is scary berada dalam kategori tinggi (83,3%), dan perilaku fear of missing out (fomo) juga berada dalam kategori tinggi (52,5%). analisis regresi menunjukkan adanya pengaruh positif antara kedua variabel, meskipun dalam kategori rendah sebesar 15,8%. hal ini menunjukkan bahwa meskipun konten tiktok marriage is scary memiliki daya jangkau yang luas, perilaku fomo juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi psikologis dan nilai sosial-budaya. penelitian ini memiliki keterbatasan pada instrumen variabel fomo yang belum secara spesifik mengaitkan item pernyataan dengan konten marriage is scary, sehingga disarankan pada penelitian selanjutnya untuk menggunakan instrumen yang lebih terarah agar hasil yang diperoleh lebih mendalam dan kontekstual.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH TERPAAN KONTEN TIKTOK MARRIAGE IS SCARY TERHADAP PERILAKU FEAR OF MISSING OUT (FOMO) GEN Z KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025
Baca Juga : PENGARUH FOMO TERHADAP ADDICTIVE SOCIAL MEDIA USE YANG DIMEDIASI OLEH SOCIAL MEDIA FLOW DAN DIMODERASI OLEH MINDFULNESS PADA PENGGUNA APLIKASI TIKTOK DI KOTA BANDA ACEH (FAIZA ZAKIYATUL SYADZA, 2025)
Abstract
The development of technology has made social media increasingly popular, with TikTok being one of the most widely used platforms among Generation Z. The freedom and vastness of TikTok have given rise to various trends frequently followed by its users, one of which is marriage is scary. This trend involves a large number of users creating content that expresses fear and anxiety toward marriage. This study aims to determine the effect of exposure to TikTok’s marriage is scary content on the Fear of Missing Out (FOMO) behavior of Generation Z in Banda Aceh. The research used a descriptive quantitative method with a survey approach involving 120 respondents. The data collection instrument was a questionnaire using a Likert scale, and the data were analyzed using simple linear regression. The results show that the level of exposure to marriage is scary content is in the high category (83.3%), while FOMO behavior is also categorized as high (52.5%). Regression analysis indicates a positive influence between the two variables, although the strength of the relationship is relatively low at 15.8%. These findings suggest that while marriage is scary content on TikTok has a broad reach, FOMO behavior is also influenced by other factors such as psychological conditions and sociocultural values. This study is limited by the FOMO variable instrument, which does not explicitly link the items to the marriage is scary content. Therefore, future research is recommended to develop more targeted instruments to obtain deeper and more contextual results.
Baca Juga : HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN FEAR OF MISSING OUT PADA PENGGUNA AKTIF MEDIA SOSIAL (Nurkhaliza, 2023)