Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
YULIA PUTRI, DISFEMISME DALAM KOLOM KOMENTAR UNGGAHAN AKUN KOMUNITAS MARAH MARAH DI MEDIA SOSIAL X. Banda Aceh Prog. Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,2025

Yulia putri. (2025). disfemisme dalam kolom komentar unggahan akun komunitas marah marah di media sosial x. [skripsi. universitas syiah kuala]. di bawah bimbingan prof. dr. mohd. harun, m.pd., dan prof. dr. drs. razali, m.pd. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis disfemisme dalam kolom komentar unggahan akun komunitas marah marah di media sosial x. latar belakang penelitian ini didasari karena adanya fenomena kebahasaan berupa penggunaan disfemisme dalam bermedia sosial. penggunaan bahasa yang bebas dalam bermedia sosial memunculkan penggunaan kata-kata yang kasar, tidak sopan dan menyakiti perasaan orang yang dituju. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. subjek dalam penelitian ini adalah kolom komentar unggahan akun komunitas marah marah di media sosial x. data dalam penelitian ini berupa kata dan frasa yang merupakan ujaran disfemisme. pengambilan data dilakukan pada bulai mai 2025. teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi, simak, dan catat. hasil dari penelitian ini ditemukan 6 jenis disfemisme dengan jumlah data ujaran disfemisme sebanyak 60 data dari 13 unggahan yang diposting dalam komunitas tersebut. (1) perbandingan manusia dengan hewan yang memiliki karakteristik yang sama ditemukan 10 data, yaitu beruk, bekicot, biawak, kadal ireng, musang, kodok parit, anjing, belut, babi, tupai. (2) istilah yang berasal dari organ tubuh yang ditabukan dan sekresi ditemukan 9 data, yaitu najis, taek, jembut, kontol, memek, pantek, tetek, kimak, pepek. (3) julukan yang diperoleh dari karakter fisik seseorang ditemukan 6 data, yaitu jelek, gendut, gigi berantakan muka lebar, krempeng, ceking, buncit. (4) julukan dari abnormalitas jiwa dan intelektual seseorang ditemukan 9 data, yaitu bego, tolol, goblok, orgil, sinting, idiot, paok, dongo, longor. (5) julukan disfemisme racist, sexist, classist, dan ageist ditemukan 8 data, yaitu perempuan gatel, orang terlantar, cowo egois, miskin, cowo kampung, ga maju2, laki beban, betina sial. (6) julukan penghinaan atau tidak hormat pada karakter yang dituju ditemukan 18 data, yaitu jamet, pengecut, iblis laknatullah, lonte, babu, pembohong, pemalas, bajingan, maling, pembunuh, perek, anak dakjal, gigolo, bangsat, brengsek, lc, sampah masyarakat, anak setan. kata kunci: disfemisme, komunitas marah marah, media sosial x



Abstract

Yulia Putri. (2025). Dysphemism in the Comment Column of Uploads of the Komunitas Marah Marah Account on Social Media X. [Skripsi. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Prof. Dr. Mohd. Harun, M.Pd., and Prof. Dr. Drs. Razali, M. Pd. This study aims to describe the types of dysphemism in the comments column of the Marah Marah Community account on social media X. The background of this study is based on the linguistic phenomenon in the form of the use of dysphemism in social media. The use of free language in social media gives rise to the use of harsh, impolite words and hurts the feelings of the target person. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The subject in this study is the comments column of the Marah Marah Community account upload on social media X. The data in this study are words and phrases that are dysphemism utterances. Data collection was carried out in May 2025. The data collection technique was carried out using documentation, listening, and note-taking techniques. The results of this study found 6 types of dysphemism with a total of 60 data of dysphemism utterances from 13 uploads posted in the community. (1) comparison of humans with animals that have the same characteristics found 10 data, namely macaques, snails, monitor lizards, black lizards, civets, ditch frogs, dogs, eels, pigs, squirrels. (2) terms derived from taboo body organs and secretions found 9 data, namely najis, taek, jembut, kontol, memek, pantek, tetek, kimak, pepek. (3) nicknames obtained from a person's physical characteristics found 6 data, namely ugly, fat, crooked teeth, wide face, krempeng, ceking, bloated. (4) nicknames from mental and intellectual abnormalities of a person found 9 data, namely stupid, stupid, goblok, orgil, crazy, idiot, paok, dongo, longor. (5) 8 data were found for racist, sexist, classist, and ageist dysphemic nicknames, namely itchy woman, abandoned person, selfish guy, poor, village guy, unprogressive, burdensome man, unlucky woman. (6) 18 data were found for insulting or disrespectful nicknames for the targeted character, namely jamet, coward, cursed devil, prostitute, maid, liar, lazy, bastard, thief, murderer, whore, child of a dakjal, gigolo, bastard, jerk, LC, scum of society, devil child. Keywords: dysphemism, komunitas marah marah, social media X  

Baca Juga : DISFEMISME DALAM BAHASA ALAS (Alvi Khairani, 2025)



    SERVICES DESK