Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Muhamad Muzaki Julianta, ANALISIS VEGETASI POHON DENGAN MENGGUNAKAN METODE TRANSEK DI KAWASAN BLOK HUTAN GUMPANG PEKAN, KECAMATAN PUTRI BETUNG, KABUPATEN GAYO LUES.. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025

Analisis vegetasi merupakan suatu cara mempelajari susunan komposisi vegetasi secara struktur dari sekelompok tumbuh- tumbuhan, analisi vegetasi dapat memperoleh informasi kuantitatif tentang struktur dan komposisi suatu komunitas tumbuhan. salah satu metode dalam analisis vegetasi pohon di kawasan hutan gumpang pekan kecamatan putri betung yaitu dengan menggunakan jalur transek (line transect). untuk mempelajari suatu kelompok hutan yang belum diketahui keadaan sebelumnya paling baik dilakukan dengan transek. melalui analisis vegetasi maka akan didapatkan informasi kuantitatif yang berkaitan dengan struktur serta komposisi dari komunitas tumbuhan yang ada. penelitian ini menggunakan metode line transect, yaitu dengan berjalan menyusuri hutan disepanjang garis transek yang telah ditentukan. total luas petak contoh adalah 1 ha (10.000 m2) dengan jumlah jalur pengamatan sebanyak 5 jalur dengan jumlah petak contoh sebanyak 25 petak contoh yang diletakkan secara purposive pada lokasi penelitian. teknik purposive merupakan teknik dalam pengambilan sampel yang mempunyai kriteria yang telah dipilih dengan ukuran 20 x 20 m untuk tingkat pohon. parameter telah diukur dalam penelitian ini adalah jumlah dan jenis vegetasi pohon, diameter pohon dan tinggi vegetasi pohon di hutan gumpang pekan kecamatan putri betung kabupaten gayo lues. jenis vegetasi pohon yang terdapat di hutan gumpang pekan menggunakan metode line transek dapat diketahui bahwa komposisi jenis pohon yang ditemukan terdiri dari 16 spesies dengan 93 individu. jenis pohon yang paling dominan pada lokasi penelitian ini yaitu manggis hutan (garcinia bacana) dan geseng bunga (lithocarpus hystrix) dengan jumlah temuan sebanyak 14 pohon. sedangkan jumlah pohon yang paling sedikit ditemukan pada penelitian ini adalah surian, keranji, buah pala, matoa, ketapang dan kelumpit dengan julah temuan sebanyak 1 pohon pada lokasi penelitian. indeks nilai penting jenis vegetasi yang memiliki nilai paling tinggi dibandingkan dengan jenis lainnya adalah geseng bunga dengan inp = 57, 30 % atau > 43,66 masuk dalam kategori tinggi. sedangkan jenis pohon yang memiliki inp paling rendah adalah kelumpit (terminalia microcarpa) dengan inp = 2,96% atau < 21,96 masuk dalam kategori rendah. hal ini sangat mempengaruhi suatu komunitas tumbuhan. berdasarkan kategori indeks, inp vegetasi pohon di hutan gumpang pekan berada pada kategori tinggi (inp > 43,66) dan kategori rendah (inp < 21,96).



Abstract

Vegetation analysis is a method used to study the structural composition of a group of plants, and it can provide quantitative information about the structure and composition of a plant community. One method for analyzing tree vegetation in the Gumpang Pekan Forest area, Putri Betung Subdistrict, is the Line Transect method. The transect method is the best approach for studying a forest group whose prior conditions are unknown. Through this vegetation analysis, quantitative information related to the structure and composition of the existing plant community can be obtained. This research employed the Line Transect method, which involved walking along a predetermined transect line within the forest. The total area of the sample plots was 1 Hectare (10,000 m$^2$), with a total of 5 observation lines and 25 sample plots placed Purposively in the research location. The Purposive sampling technique involves selecting samples based on predefined criteria, using a size of 20×20 m for the tree level. The parameters measured in this study were the number and type of tree vegetation, tree diameter, and tree vegetation height in the Gumpang Pekan Forest, Putri Betung Subdistrict, Gayo Lues Regency. Research Findings The analysis of tree vegetation types in the Gumpang Pekan Forest using the line transect method revealed a composition consisting of 16 species with a total of 93 individuals. The most dominant tree species at this research location were Forest Mangosteen (Garcinia bancana, often mistaken for Garcinia bacana in local dialects) and Geseng Bunga (Lithocarpus hystrix), with 14 individuals found for each. The least frequently found species in this study were Surian, Keranji, Nutmeg (Buah Pala), Matoa, Ketapang, and Kelumpit (Terminalia microcarpa), with only 1 individual found for each species in the research location. The Importance Value Index (IVI) for Geseng Bunga was the highest compared to other species, reaching 57.30%, or >43.66, placing it in the high category. Meanwhile, the tree species with the lowest IVI was Kelumpit (Terminalia microcarpa), with an IVI of 2.96%, or 43.66) and the low category (IVI



    SERVICES DESK