Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik penanganan hasil tangkapan rawai dasar dan kesegarannya di gampong deah raya, banda aceh. penanganan ikan merupakan faktor penting yang menentukan mutu dan kualitas hasil tangkapan. metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan observasi, wawancara, dan uji organoleptik. sampel ikan yang digunakan adalah ikan kerapu (epineph), ikan kakap merah (lutjanus campecha), ikan kuwe (caranx ignobilis), dari hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penanganan oleh nelayan di atas kapal dilakukan melalui tahapan penarikan rawai, pencucian dengan air laut, penyortiran, dan penyimpanan dalam palka dengan es curah, namun belum sepenuhnya memenuhi prinsip c3q (bersih, hati-hati, dingin, cepat). beberapa kelemahan di antaranya tidak meratanya penggunaan, tidak semua nelayan menggunakan alat pelindung diri, dan penanganannya masih kurang hati-hati. meskipun demikian, hasil uji organoleptik menunjukkan kualitas ikan tergolong baik dengan nilai rata-rata ≥ 8,0, yang berarti ikan segar dan layak dikonsumsi. hal ini mengindikasikan bahwa teknik penanganan yang diterapkan masih cukup efektif meskipun belum optimal. penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam perbaikan praktik penanganan ikan di lapangan guna menjaga mutu dan nilai jual hasil tangkapan. kata kunci: penanganan ikan, rawai dasar, kesegaran ikan, mutu organoleptik, deah raya, sni 2729:2013
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TEKNIK PENANGANAN HASIL TANGKAPAN RAWAI DASAR TERHADAP KESEGARAN MUTU IKAN DI DEAH RAYA, BANDA ACEH. Banda Aceh FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2025
Baca Juga : SELEKTIVITAS ALAT TANGKAP RAWAI DASAR DI DEAH RAYA, BANDA ACEH (Maria Ulfa, 2024)
Abstract
This study aims to determine the handling techniques of bottom longline catches and their freshness in Gampong Deah Raya, Banda Aceh. Fish handling is an important factor that determines the quality of the catch. The research method used is a descriptive method with an observation approach, interviews, and organoleptic tests. The fish samples used were grouper (Epineph), red snapper (Lutjanus campecha), and trevally (Caranx ignobilis). The results of the study indicate that the handling techniques by fishermen on board are carried out through the stages of pulling longlines, washing with seawater, sorting, and storing in the hold with bulk ice, but have not fully met the C3Q principle (Clean, Careful, Cold, Quick). Some weaknesses include uneven use, not all fishermen use personal protective equipment, and handling is still less careful. However, the results of the organoleptic test show that the quality of the fish is classified as good with an average value of ≥ 8.0, which means the fish is fresh and suitable for consumption. This indicates that the handling techniques applied are still quite effective although not optimal. This research is expected to serve as a reference for improving fish handling practices in the field to maintain the quality and market value of the catch. Keywords: fish handling, bottom longline, fish freshness, organoleptic quality, Deah Raya, SNI 2729:2013
Baca Juga : TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP RAWAI DASAR DI PERAIRAN KUALA PEUDADA (M. KHADAFI, 2022)