Abstrak penelitian ini membahas tentang konflik agraria masyarakat gampong makarti jaya dengan pt gelora sawita makmur (gsm). penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika konflik agrarian gampong makarti jaya dengan pt gsm. dalam hal ini, penulis menggunakan teori konflik dari ralf dahrendorf yang dgunakan untuk melihat struktur ketimpangan kuasa antara kelompok dominan dan kelompok subordinat. metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konflik agraria antara masyarakat gampong makarti jaya dan pt gelora sawita makmur (gsm) disebabkan oleh tumpang tindih klaim lahan dan ketidakjelasan batas hgu. dalam ketimpangan kuasa tersebut, pt gsm sebagai pihak dominan memiliki legalitas formal, sedangkan masyarakat mengandalkan legitimasi sosial atas tanah yang mereka kelola. masyarakat tidak tinggal diam, melainkan melakukan berbagai bentuk perlawanan seperti pemasangan palang, pembuatan parit, dan aksi protes. perlawanan ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif untuk mempertahankan hak agraria sekaligus membuka ruang bagi upaya resolusi yang lebih adil.penggunaan pada teori konflik dari ralf dahrendorf tersebut dapat membantu dalam menganalisis dinamika konflik yang terjadi antara masyarakat dengan pihak perusahaan, di mana perusahaan sebagai kelompok dominan memegang kontrol melalui legalitas formal (hgu) yang diberikan negara, sementara masyarakat sebagai kelompok subordinat hanya mengandalkan hak sosial dan pengalaman empiris mereka kata kunci : ketimpangan kuasa, konflik agraria, hgu, bentuk-bentuk perlawanan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KONFLIK AGRARIA MASYARAKAT GAMPONG MAKARTI JAYA DENGAN PT GELORA SAWITA MAKMUR (GSM). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025
Baca Juga : PENYELESAIAN SENGKETA LAHAN ANTARA MASYARAKAT GAMPONG COT DAN GAMPONG KULEE DENGAN PT. SAMANA CITRA AGUNG UNTUK PEMBANGUNAN PT. SEMEN INDONESIA ACEH DI LAWEUNG, PIDIE (ELIANA, 2018)
Abstract
ABSTRACT This study discusses the Agrarian Conflict between the Makarti Jaya Village Community and PT Gelora Sawita Makmur (GSM). This study aims to analyze the dynamics of the agrarian conflict between Makarti Jaya Village and PT GSM. In this case, the author uses the Conflict theory from Ralf Dahrendorf which is used to see the structure of power imbalance between dominant and subordinate groups. The research method used is a qualitative approach using a case study method. The results of this study indicate that the agrarian conflict between the Makarti Jaya Village community and PT Gelora Sawita Makmur (GSM) is caused by overlapping land claims and unclear HGU boundaries. In this power imbalance, PT GSM as the dominant party has formal legality, while the community relies on social legitimacy for the land they manage. The community did not remain silent, but carried out various forms of resistance such as installing barriers, ditch construction, and protest actions. This resistance demonstrates a collective awareness to defend agrarian rights while simultaneously opening up space for more equitable resolution efforts. The use of Ralf Dahrendorf's conflict theory can help analyze the dynamics of conflict between communities and companies. The company, as the dominant group, holds control through formal legality (HGU) granted by the state, while the community, as a subordinate group, relies solely on their social rights and empirical experience. Keywords: Power Inequality, Agrarian Conflict, HGU, Forms of Resistance
Baca Juga : DESKRIPSI GANGGUAN HABITAT DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONFLIK BABI HUTAN (SUS SCROFA VITTATUS) DENGAN MANUSIA DI KECAMATAN JAYA BARU (Windi Aprianti, 2014)