Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
ARIFAH SYAHIIRAH, PEMETAAN PATAHAN KOTA SABANG DAN KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHANNYA. Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,2025

Pulau sumatera merupakan wilayah dengan aktivitas tektonik yang tinggi akibat pertemuan lempeng indo-australia dan eurasia. salah satu struktur tektonik utama di wilayah ini adalah patahan besar sumatera (great sumateran fault), yang memiliki banyak segmen aktif, termasuk segmen seulimeum yang melintasi pulau weh. aktivitas tektonik ini menjadikan wilayah kota sabang memiliki potensi gempa yang tinggi, namun hingga kini belum sepenuhnya diakomodasi dalam dokumen rencana tata ruang wilayah (rtrw). penelitian ini bertujuan untuk memetakan area dan kedalaman patahan yang terdapat di kota sabang serta menganalisis keselarasan penggunaan lahannya terhadap keberadaan patahan. penelitian dilakukan dengan pendekatan spasial menggunakan sistem informasi geografis (sig) dan data citra digital elevation model (dem) untuk mendeteksi pola morfologi patahan. metode overlay antara peta patahan hasil ratifikasi peta geologi dengan peta penggunaan lahan kota sabang tahun 2023 digunakan untuk memperoleh peta kesesuaian lahan. hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jalur patahan utama di kota sabang. patahan pertama merupakan perpanjangan dari segmen seulimeum, dengan panjang 6,92 km dan lebar 1.04 m. patahan kedua merupakan patahan terpanjang dengan panjang 10,6 km dan lebar 984 m, sedangkan patahan ketiga bersifat lokal dengan panjang 1,89 km dan lebar 1.02 m. kedalaman ketiga patahan diperkirakan mencapai 1.000 meter. sebagian besar lahan pada area patahan masih digunakan untuk hutan dan pertanian, namun ditemukan juga penggunaan lahan berupa pemukiman dan jalur transportasi dengan luas ±115,84 ha, yang berpotensi meningkatkan risiko bencana jika tidak ditangani dengan baik. penelitian ini memberikan informasi geospasial penting yang dapat dimanfaatkan dalam perencanaan tata ruang dan kebijakan mitigasi bencana di kota sabang, khususnya untuk menghindari pembangunan di atas jalur patahan aktif.



Abstract

Sumatra Island is a region with high tectonic activity due to the convergence of the Indo-Australian and Eurasian Plates. One of the main tectonic structures in this region is the Great Sumatran Fault, which has many active segments, including the Seulimeum segment that crosses Weh Island. This tectonic activity makes the Sabang City area have a high earthquake potential, but it has not yet been fully accommodated in the Regional Spatial Plan (RTRW). This research aims to map the area and depth of faults found in Sabang City and to analyze the alignment of its land use with the existence of faults. The research was conducted using a spatial approach with Geographic Information Systems (GIS) and Digital Elevation Model (DEM) imagery data to detect fault morphology patterns. The overlay method between the fault map resulting from the ratified geological map and the 2023 land use map of Sabang City was used to obtain a land suitability map. The results show that there are three main fault lines in Sabang City. The first fault is an extension of the Seulimeum segment, with a length of 6.92 km and a width of 1.04 m. The second fault is the longest, with a length of 10.6 km and a width of 984 m, while the third fault is local, with a length of 1.89 km and a width of 1.02 m. The depth of the three faults is estimated to reach 1,000 meters. Most of the land in the fault area is still used for forests and agriculture, but land uses such as settlements and transportation routes were also found, covering an area of ±115.84 ha, which could increase disaster risk if not properly managed. This research provides important geospatial information that can be used in spatial planning and disaster mitigation policies in Sabang City, especially to avoid development on active fault zones.



    SERVICES DESK