Mesin pencetak briket semi otomatis menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan dengan metode manual. salah satu teknologi yang dapat diimplementasikan adalah prinsip screw extruder, yang memungkinkan proses pencetakan briket secara kontinyu dengan hasil yang lebih konsisten. mesin ini bekerja dengan memadatkan biomassa melalui pergerakan ulir (screw) yang mendorong bahan baku ke dalam cetakan bertekanan tinggi. prinsip kerja screw extruder ini memungkinkan produksi briket dengan kepadatan tinggi, ukuran yang seragam, serta waktu produksi yang lebih cepat dibandingkan metode manual. penggunaan mesin pencetak briket semi otomatis juga berdampak positif terhadap aspek ekonomis dan lingkungan. secara ekonomis, mesin ini dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya tenaga kerja, serta mengurangi limbah sampah organik yang dihasilkan dalam proses pencetakan briket. dari segi lingkungan, penggunaan mesin ini dapat membantu mengurangi pembakaran limbah biomassa secara terbuka, yang selama ini menjadi salah satu penyumbang utama polusi udara di indonesia. penelitian ini akan dimulai dari bulan september tahun 2024 hingga selesai. bertempat di laboratorium perbengkelan pertanian program studi teknik pertanian fakultas pertanian universits syiah kuala. alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah mesin gerinda, mesin bor, mesin bubut, mesin las, palu, ragum, meteran, spidol, kunci pas/inggris dan alat pendukung lainnya. serta alat untuk pendukung pengambilan data berupa stopwatch, timbangan dan tachometer. sedangkan ba han yang digunakan dalam penelitian ini adalah besi siku, bearing, baut, mur, pulley, v-belt, plat besi dan arang yang sudah dihaluskan dengan saringan 35mesh dan tepung tapioka (perekat) sebagai bahan pengujian hasil analisis pencetak briket dengan screw extruder diperoleh kecepatan sudut mata pengadukan 1,75rad/s, putaran mesin penggerak 1400 rpm, putaran output dari reducer 70 rpm dan diameter poros yang digunakan 6 mm. berdasarkan hasil pengujian mesin pengaduk arang limbah kelapa muda didapati kapasitas kerja teoritis mesin pengaduk arang limbah kelapa muda sebesar 18,72 kg/jam, kapasitas aktual mesin pencacah sebesar 8,46 kg/jam, dan efisiensi mesin adalah 44%. efisiensi ini menunjukkan bahwa mesin memerlukan optimasi lebih lanjut agar bisa mendapatkan nilai efisiensi diatas 50% untuk mencetak briket arang dari limbah kelapa.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
RANCANG BANGUN MESIN PENCETAK BRIKET SEMI OTOMATIS MENGGUNAKAN PRINSIP SCREW EXTRUDER. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025
Baca Juga : RANCANG BANGUN MESIN PENGERING PADI (RAHMAT HIDAYAT, 2019)
Abstract
Semi-automatic briquette making machines offer several advantages over manual methods. One technology that can be implemented is the screw extruder principle, which enables a continuous briquette making process with more consistent results. This machine works by compressing biomass through the movement of a screw that forces the raw material into a high-pressure mold. This screw extruder principle allows for the production of briquettes with high density, uniform size, and faster production times than manual methods. The use of semi-automatic briquette making machines also has positive economic and environmental impacts. Economically, these machines can increase productivity, reduce labor costs, and reduce organic waste generated during the briquette making process. Environmentally, the use of these machines can help reduce open burning of biomass waste, which has been a major contributor to air pollution in Indonesia. This research will begin in September 2024 and will be completed in the Agricultural Workshop Laboratory of the Agricultural Engineering Study Program, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. The equipment used in this study includes a grinder, drill, lathe, welding machine, hammer, vise, tape measure, marker, wrench/wrench, and other supporting tools. Data collection tools include a stopwatch, scales, and a tachometer. The materials used in this study include angle iron, bearings, bolts, nuts, pulleys, V-belts, iron plates, and charcoal ground through a 35-mesh sieve, along with tapioca flour (adhesive) as a test material. Analysis of the briquette press using a screw extruder revealed a stirring blade angular speed of 1.75 rad/s, a drive motor speed of 1400 rpm, a reducer output speed of 70 rpm, and a shaft diameter of 6 mm. Based on the test results of the young coconut waste charcoal mixer machine, the theoretical working capacity of the young coconut waste charcoal mixer machine was 18.72 kg/hour, the actual capacity of the shredding machine was 8.46 kg/hour, and the machine efficiency was 44%. This efficiency indicates that the machine requires further optimization in order to obtain an efficiency value above 50% for printing charcoal briquettes from coconut waste.
Baca Juga : IMPLEMENTASI PROTOTIPE PINTU OTOMATIS MENGGUNAKAN MIKRO: BIT BBC (NADIA PRATIWI, 2019)