Deviani. (2025). modifikasi busana pengantin aceh jaya di era modern. skripsi universitas syiah kuala. dibawah bimbingan dr. fadhilah, m.pd dan dra. fitriana, m.si. penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pergeseran dan modifikasi busana pengantin aceh jaya di era modern yang dipengaruhi oleh arus globalisasi, perubahan selera generasi muda, serta kebutuhan akan kenyamanan dan estetika namun tetap berada dalam koridor syariat islam. tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk modifikasi busana pengantin aceh jaya dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut serta strategi pelestarian yang dapat diterapkan agar nilai-nilai tradisional dan identitas budaya islami tetap terjaga. penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dengan ketua maa, tokoh adat, penyewa baju pengantin, dan calon pengantin, serta dokumentasi di kabupaten aceh jaya. hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi busana pengantin aceh jaya mencakup perubahan pada bahan, warna, desain, aksesoris, dan riasan. material berat tradisional seperti beludru dan songket diganti dengan bahan ringan seperti brokat, sifon, dan renda untuk kenyamanan pengantin. warna busana menjadi lebih variatif dan modern, didominasi marun, dusty pink, dan pastel yang tetap anggun dan sakral. desain busana lebih variatif dengan ornamen payet dan bordir, namun tetap menutup aurat sesuai syariat islam. aksesoris dibuat lebih minimalis dan praktis tanpa menghilangkan ciri khas budaya, sedangkan riasan cenderung natural dan flawless, menghindari dandanan berlebihan sesuai nilai islam. faktor utama perubahan busana pengantin aceh jaya adalah pengaruh tren mode global yang mudah diakses melalui media sosial dan teknologi, kebutuhan kenyamanan saat pemakaian, serta keinginan generasi muda untuk tampil modern dan stylish tanpa mengabaikan nilai islami dan identitas budaya tradisional. strategi pelestarian yang direkomendasikan meliputi edukasi intensif kepada masyarakat agar memahami makna budaya busana tradisional, kolaborasi sinergis antara pelaku adat, desainer, dan pemerintah untuk inovasi kreatif berlandaskan syariat islam dan kearifan lokal. pemanfaatan media sosial dan event budaya juga dapat dijadikan sebagai sarana promosi guna menjaga relevansi dan keberlanjutan budaya busana pengantin aceh jaya di era modern. dengan demikian, pelestarian tradisi dan inovasi dapat berjalan seimbang, menjaga budaya dan memenuhi perkembangan zaman. kata kunci : modifikasi, busana pengantin, aceh jaya, era modern.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
MODIFIKASI BUSANA PENGANTIN ACEH JAYA DI ERA MODERN. Banda Aceh Fakultas FKIP (S1),
Baca Juga : MODIFIKASI BUSANA PENGANTIN ADAT ACEH PESISIRRNDI KALANGAN PERIAS PENGANTIN (Eno Octavia Baijuri, 2022)
Abstract
Deviani. (2025). Modification of Aceh Jaya Bridal Wear in the Modern Era. Syiah Kuala University Thesis. Under the guidance of Dr. Fadhilah, M.Pd and Dra. Fitriana, M.Si. This study is motivated by the phenomenon of shifts and modifications in Aceh Jaya wedding attire in the modern era, influenced by globalization, changing tastes of the younger generation, and the need for comfort and aesthetics while still adhering to Islamic sharia principles. The aim of this research is to identify and analyze the various forms of modifications in Aceh Jaya wedding attire, the factors driving these changes, and the preservation strategies that can be implemented to maintain traditional values and Islamic cultural identity. This study employs a qualitative descriptive method with data collection techniques including observation, in-depth interviews with the chairman of MAA, traditional leaders, wedding attire renters, and prospective brides and grooms, as well as documentation conducted in Aceh Jaya Regency.The findings indicate that modifications in Aceh Jaya wedding attire involve changes in materials, colors, designs, accessories, and makeup. Traditional heavy materials such as velvet and songket have been replaced by lighter fabrics like brocade, chiffon, and lace to enhance bridal comfort. The colors have become more varied and modern, dominated by maroon, dusty pink, and pastel tones that remain elegant and sacred. The designs are more diverse with sequin and embroidery ornaments while still covering the body parts in accordance with Islamic sharia. Accessories have been made more minimalist and practical without losing cultural characteristics, and the makeup tends toward a natural and flawless look, avoiding excessive adornment in line with Islamic values. The main factors driving the changes in Aceh Jaya wedding attire include the influence of global fashion trends easily accessible through social media and technology, the need for comfort during wear, and the younger generation’s desire to appear modern and stylish without neglecting Islamic values and traditional cultural identity. Recommended preservation strategies involve intensive education to raise public awareness about the cultural significance of traditional attire, synergistic collaboration between custom practitioners, designers, and government for creative innovations grounded in Islamic sharia and local wisdom. The use of social media and cultural events can also serve as platforms for promotion to sustain the relevance and continuity of Aceh Jaya wedding attire culture in the modern era. Thus, preservation of tradition and innovation can coexist harmoniously, safeguarding culture while meeting contemporary developments. . Keywords: Modification, Bridal Wear, Aceh Jaya, Modern Era.