abstrak nurul huda. (2025). makna gerak dan pola lantai tari jameun di sanggar rampoe banda aceh. [skripsi. universitas syiah kuala]. dibawah bimbingan cut zuriana, s.pd., m.pd., dan yeni zuryaningsih, m.pd. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna gerak dan pola lantai dalam tari jameun menggunakan teori semiotika ferdinand de saussure serta mengungkap nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. tari jameun merupakan tari kreasi karya yusri sulaiman tahun 2008 yang merepresentasikan kehidupan perempuan aceh di masa lalu melalui rangkaian gerak keseharian seperti menyapu, mencuci, mengambil air, dan menjemur kain. metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. observasi dilakukan terhadap video pertunjukan tari jameun di sanggar rampoe, wawancara dilakukan dengan koreografer, serta dokumentasi digunakan untuk melengkapi informasi mengenai gerak dan pola lantai. analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa makna gerak dalam tari jameun tidak hanya berfungsi sebagai aspek estetis, tetapi juga merefleksikan aktivitas domestik perempuan aceh pada masa lalu yang sarat nilai budaya seperti kerja keras, tanggung jawab, dan kebersamaan. setiap gerak yang ditampilkan merupakan hasil stilisasi dari aktivitas nyata sehingga membentuk narasi visual yang merepresentasikan identitas budaya perempuan aceh. sementara itu, pola lantai yang digunakan meliputi lurus horizontal, zig-zag, v, lingkaran, dan vertikal berhadapan. pola-pola tersebut memiliki makna keteraturan, kebersamaan, harmoni, serta representasi kehidupan sosial masyarakat aceh tempo dulu. simpulan penelitian ini menegaskan bahwa tari jameun merupakan karya tari kreasi yang berfungsi tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai budaya. makna gerak dan pola lantai dalam tari ini mampu memperlihatkan bagaimana perempuan aceh mengekspresikan kehidupan sosial-budaya mereka melalui bahasa gerak. penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi kajian seni tari, khususnya dalam upaya pelestarian dan pengembangan tari kreasi yang berakar pada budaya lokal. kata kunci: makna gerak, pola lantai, tari jameun, semiotika.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
MAKNA GERAK DAN POLA LANTAI TARI JAMEUN DI SANGGAR RAMPOE BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas KIP,2025
Baca Juga : MAKNA GERAK DAN POLA LANTAI TARI PELEUBAT PADA SANGGAR BELAGAKH BUJANG EDUCATION DI DESA MAMAS INDAH KECAMATAN DARUL HASANAH KABUPATEN ACEH TENGGARA (DINDA SALSABILA MARGA, 2025)
Abstract
ABSTRACT Nurul Huda. (2025). The Meaning of Movement and Floor Patterns in the Jameun Dance at the Sanggar Rampoe Banda Aceh. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Cut Zuriana, S.Pd., M.Pd., and Yeni Zuryaningsih, M.Pd. This study aims to describe the meaning of movement and floor patterns in the Jameun Dance using Ferdinand de Saussure's semiotic theory and to reveal the cultural values contained therein. The Jameun Dance is a creative dance by Yusri Sulaiman in 2008 that represents the lives of Acehnese women in the past through a series of daily movements such as sweeping, washing, fetching water, and drying cloth. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation. Observations were made on videos of Jameun Dance performances at Sanggar Rampoe, interviews were conducted with the choreographer, and documentation was used to complete information about movement and floor patterns. Data analysis used data reduction, data presentation, as well as drawing conclusions and verification. The results of the study indicate that the meaning of movement in the Jameun Dance not only functions as an aesthetic aspect, but also reflects the domestic activities of Acehnese women in the past that are full of cultural values such as hard work, responsibility, and togetherness. Each movement performed is a stylization of real-life activities, creating a visual narrative that represents the cultural identity of Acehnese women. Meanwhile, the floor patterns used include horizontal straight lines, zigzags, V-shaped lines, circles, and facing vertical lines. These patterns convey meanings of order, togetherness, harmony, and represent the social life of Acehnese society in the past. The conclusion of this study confirms that the Jameun Dance is a creative dance work that functions not only as entertainment but also as a medium for transmitting cultural values. The meaning of the movements and floor patterns in this dance demonstrate how Acehnese women express their socio-cultural life through the language of movement. This research is expected to serve as a reference for dance studies, particularly in efforts to preserve and develop creative dances rooted in local culture. Keywords: Meaning of movement, floor patterns, Jameun dance, semiotics.
Baca Juga : MAKNA FILOSOFI GERAK TARI TAREK PUKAT DI SANGGAR CUT NYAK DHIEN BANDA ACEH (CUT NASHIRIYA, 2026)