Hutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan menyediakan berbagai manfaat bagi kehidupan manusia. akan tetapi, meningkatnya aktivitas manusia seperti pembukaan lahan, ekspansi perkebunan, dan pertumbuhan penduduk yang menyebabkan deforestasi dan degradasi hutan yang semakin mengkhawatirkan. suaka margasatwa (sm) rawa singkil di provinsi aceh merupakan salah satu kawasan konservasi yang mengalami tekanan besar akibat perubahan tutupan lahan. kondisi ini mengancam keanekaragaman hayati, terutama spesies-spesies yang dilindungi seperti orangutan sumatera. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis luas deforestasi dan degradasi lahan serta mengidentifikasi faktor penyebabnya selama periode 2003–2024. penelitian dilakukan menggunakan metode analisis spasial berbasis sistem informasi geografis (sig) dengan data citra satelit, data sekunder dari instansi terkait, dan data primer melalui observasi lapangan (ground check) serta wawancara mendalam dengan pihak terkait. analisis dilakukan dengan menggunakan metode analisis spasial berbasis sistem informasi geografis (sig) dengan memanfaatkan data citra satelit, data sekunder dari instansi terkait, serta data primer melalui observasi lapangan (ground check) dan wawancara mendalam. analisis spasial dilakukan dengan teknik overlay data multitemporal untuk mengetahui perubahan tutupan lahan secara kuantitatif. hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan sm rawa singkil mengalami penurunan luas hutan yang signifikan. hutan rawa primer menyusut dari 8.427,66 hektar pada tahun 2003 menjadi 5.929,35 hektar pada tahun 2024, sementara hutan rawa sekunder menurun dari 63.810,96 hektar menjadi hanya 8.999,09 hektar. perubahan ini terutama disebabkan oleh ekspansi perkebunan, pertanian, pembukaan lahan, dan aktivitas manusia lainnya. selain itu, munculnya tutupan lahan baru seperti lahan terbuka, sawah, dan pertanian lahan kering campur semak menunjukkan adanya alih fungsi lahan yang berdampak pada kualitas ekosistem. berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa deforestasi dan degradasi lahan di kawasan sm rawa singkil dipengaruhi oleh kombinasi faktor sosial, ekonomi, serta lemahnya pengelolaan dan penegakan hukum. hilangnya hutan mengakibatkan penurunan kualitas habitat, berkurangnya keanekaragaman hayati, serta meningkatnya kerentanan lingkungan terhadap bencana ekologi. oleh karena itu, diperlukan upaya konservasi yang komprehensif, meliputi restorasi hutan, pemberdayaan masyarakat lokal melalui penyediaan alternatif mata pencaharian yang berkelanjutan, serta penguatan kebijakan dan penegakan hukum yang tegas. langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kelestarian sm rawa singkil sebagai salah satu kawasan konservasi penting di aceh sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem di masa depan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS SPASIAL DEFORESTASI DAN DEGRADASI LAHAN KAWASAN HUTAN SUAKA MARGASATWA RAWA SINGKIL. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025
Baca Juga : INVENTARISASI SPESIES ANGGREK DAN FAKTOR ABIOTIK SERTA STRATEGI KONSERVASI DI SUAKA MARGASATWA RAWA SINGKIL (Rahmiati, 2021)
Abstract
Forests play a vital role in maintaining ecosystem balance and providing various benefits to human life. However, increasing human activities such as land clearing, plantation expansion, and population growth have led to increasingly alarming rates of deforestation and forest degradation. The Rawa Singkil Wildlife Reserve (SM) in Aceh Province is a conservation area experiencing significant pressure due to changes in land cover. This situation threatens biodiversity, especially protected species such as the Sumatran orangutan. This study aims to analyze the extent of deforestation and land degradation and identify the causal factors during the period 2003–2024. The study was conducted using a Geographic Information System (GIS)-based spatial analysis method with satellite imagery data, secondary data from relevant agencies, and primary data through field observations (ground checks) and in-depth interviews with relevant parties. The analysis was conducted using a Geographic Information System (GIS)-based spatial analysis method utilizing satellite imagery data, secondary data from relevant agencies, and primary data through field observations (ground checks) and in-depth interviews. Spatial analysis was conducted using a multitemporal data overlay technique to quantitatively determine land cover changes. The research results show that the Rawa Singkil Wildlife Reserve area has experienced a significant decline in forest area. Primary swamp forest shrank from 8,427.66 hectares in 2003 to 5,929.35 hectares in 2024, while secondary swamp forest decreased from 63,810.96 hectares to only 8,999.09 hectares. These changes are primarily caused by the expansion of plantations, agriculture, land clearing, and other human activities. Furthermore, the emergence of new land cover such as open land, rice fields, and dryland agriculture mixed with shrubs indicates land conversion that impacts ecosystem quality. Based on the analysis, it can be concluded that deforestation and land degradation in the Rawa Singkil Wildlife Reserve area are influenced by a combination of social and economic factors, as well as weak management and law enforcement. Forest loss results in decreased habitat quality, reduced biodiversity, and increased environmental vulnerability to ecological disasters. Therefore, comprehensive conservation efforts are needed, including forest restoration, empowerment of local communities through the provision of sustainable livelihood alternatives, and strengthening policies and strict law enforcement. These steps are expected to be able to maintain the sustainability of the Rawa Singkil Wildlife Sanctuary as one of the important conservation areas in Aceh while supporting the sustainability of the ecosystem in the future.
Baca Juga : PENILAIAN TINGKAT DEGRADASI HUTAN AKIBAT KEGIATAN PENEBANGAN PADA AREAL HPH DAN IPK DI KABUPATEN GAYO LUES (Jakaria, 2025)