Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Muhammad Rynaldi Triantama, KAJIAN SOSIAL DAN PENDAPATAN NELAYAN PANCING ULUR DI TPI ULEECOT BANDA ACEH. Banda Aceh FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2025

Tpi ulee cot di banda aceh merupakan pusat perikanan tangkap yang menjadi sumber utama pendapatan nelayan pancing ulur. namun, usaha ini menghadapi kendala berupa fluktuasi harga ikan, biaya operasional tinggi, dan rendahnya regenerasi nelayan muda. penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi sosial serta pendapatan nelayan pancing ulur. penelitian dilaksanakan pada februari 2025 dengan metode sensus terhadap 25 nelayan, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan indikator sosial bps (2015) serta model pendapatan soekartawi. hasil menunjukkan mayoritas nelayan berada pada usia produktif dengan pendidikan sd–sma, serta 72% telah memiliki rumah permanen. total tangkapan mencapai 9.495,84 kg/tahun dengan penerimaan rp 273.652.800,00 dan keuntungan bersih rp 63.160.400,00/tahun. biaya terbesar berasal dari bbm dan logistik, sedangkan sistem bagi hasil tradisional masih diterapkan. kendala utama adalah ketergantungan pada hasil tangkapan harian dan rendahnya minat generasi muda.



Abstract

The Ulee Cot Fish Auction Center (TPI) in Banda Aceh is a key hub for hand line fisheries and the main income source for local fishermen. However, this activity faces challenges such as fluctuating prices, high operational costs, and limited youth involvement. This study aims to analyze the social conditions and income of hand line fishermen. The research was conducted in February 2025 using a census of 25 fishermen with a qualitative descriptive approach. Data were obtained through interviews, observations, and documentation, and analyzed using BPS (2015) social indicators and Soekartawi’s income model. Results show that most fishermen are in the productive age group with elementary to high school education, and 72% own permanent housing. The total annual catch reached 9,495.84 kg, producing Rp 273,652,800.00 in revenue and Rp 63,160,400.00 in net profit. The largest costs were fuel and logistics, while the traditional profit-sharing system is still applied. Main constraints include reliance on daily catches and low youth participation.



    SERVICES DESK