Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh trend fashion global terhadap praktik berpakaian syariat islam di kalangan remaja kecamatan lut tawar, kabupaten aceh tengah. dalam konteks masyarakat yang menerapkan nilai-nilai syariat, munculnya trend fashion modern menjadi tantangan sekaligus peluang dalam membentuk identitas kultural remaja. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap remaja serta tokoh masyarakat setempat. hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja lut tawar tidak sekadar menjadi konsumen pasif trend global, tetapi juga bertindak sebagai agen budaya yang secara aktif mengonstruksi identitas mereka melalui pilihan fashion. pakaian syariat yang sebelumnya dianggap konservatif, kini mengalami modifikasi dalam bentuk “modest fashion” yang memadukan nilai religius dengan estetika global. hal ini menunjukkan adanya proses hibridisasi budaya, di mana nilai-nilai lokal tetap dipertahankan sambil merespons trend global. dengan demikian, fashion menjadi medium ekspresi sosial yang mencerminkan proses negosiasi antara nilai syariat islam dan tuntutan ekspresi diri dalam era digital. kata kunci: trend fashion remaja, pakaian syariat, globalisasi budaya, konstruksi identitas.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERKEMBANGAN TREND FASHION PAKAIAN REMAJA DI TAKENGON (STUDI PADA REMAJA DESA ASIR-ASIR ASIA). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025
Baca Juga : SUSTAINABLE FASHION UNTUK BUSANA CASUAL DENGAN TEKNIK UPCYCLING (YUAN BALQIS BANIAJI, 2023)
Abstract
This study aims to examine the influence of global fashion trends on the practice of Islamic syar’i dress among adolescents in Lut Tawar District, Central Aceh Regency. In a society that upholds Islamic values, the emergence of modern fashion trends presents both challenges and opportunities in shaping youth cultural identity. The study employs a descriptive qualitative approach, using data collection techniques such as observation, in-depth interviews, and documentation involving local youths and community figures. The findings reveal that adolescents in Lut Tawar are not merely passive consumers of global trends; rather, they act as cultural agents who actively construct their identities through fashion choices. Islamic clothing, once perceived as conservative, has undergone modification into “modest fashion,” which blends religious values with global aesthetics. This reflects a process of cultural hybridization in which local values are preserved while simultaneously adapting to global influences. Thus, fashion serves as a medium of social expression, embodying a negotiation between Islamic syar’i norms and the need for self -expression in the digital era. Keywords: youth fashion, Islamic dress, cultural globalization, identity construction, modest fashion
Baca Juga : PUSAT MODE DI BANDA ACEH (Fitri Purnama Sari, 2013)