Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
CUT INTAN DESSY PUTRI, EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING SEBAGAI UPAYA MEMINIMALISIR PERNIKAHAN DINI OLEH DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERLINDUNGAN ANAK PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025

Angka pernikahan usia dini di kota banda aceh masih cukup tinggi, terbukti dari data mahkamah syariah kota banda aceh yang menunjukkan adanya peningkatan permohonan dispensasi nikah sejak diberlakukannya undang-undang nomor 16 tahun 2019. untuk menekan angka tersebut mahkamah syariah melakukan mou dengan dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana kota banda aceh melalui pusat pembelajaran keluarga untuk memberikan layanan konseling kepada pasangan yang mengajukan dispensasi nikah. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling dalam meminimalisir pernikahan dini serta menganalisis faktor yang menjadi penghambat pelaksanaan layanan tersebut. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. teori yang digunakan dalam penelitian ini merupakan indikator pengukuran efektivitas menurut campbell yang terdiri dari: keberhasilan program, ketepatan sasaran, kepuasan terhadap program, dan pencapaian tujuan menyeluruh. hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling dinilai belum berjalan dengan optimal, dari sisi keberhasilan program konseling telah memberikan pemahaman tentang risiko pernikahan dini, namun angka pengajuan dispensasi nikah masih tinggi. dari aspek ketepatan sasaran, program belum menjangkau secara menyeluruh. tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan cukup baik, tetapi belum berdampak signifikan dalam menekan praktik pernikahan dini. secara keseluruhan, tujuan utama program belum sepenuhnya tercapai. dalam pelaksanaan konseling ini juga didapatkan adanya faktor pengahambat baik dari internal maupun ekternal yang mempengaruhi efektivitasnya. kesimpulannya, layanan konseling memiliki kontribusi yang baik terutama dalam edukasi terkait pernikahan, tetapi belum efektif dalam menurunkan angka pernikahan usia dini. disarankan untuk menambah jumlah konselor, melaksanakan konseling yang tidak hanya sekali sehingga dapat berkelanjutan dan memperluas sasaran layanan hingga mencakup seluruh remaja berisiko menikah dini. kata kunci: layanan konseling, pernikahan dini, efektivitas



Abstract

The rate of early-age marriage in Banda Aceh City is still quite high, as evidenced by data from the Banda Aceh City Sharia Court which shows an increase in applications for marriage dispensation since the enactment of Law Number 16 of 2019. To reduce this number, the Sharia Court entered into an MoU with the Banda Aceh City Women's Empowerment, Child Protection, Population Control and Family Planning Office through the Family Learning Center to provide counseling services to couples applying for marriage dispensation. This study aims to determine the effectiveness of counseling services in minimizing early-age marriage and analyze the factors that hinder the implementation of these services. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection was carried out through observation, interviews and documentation. The theory used in this study is an indicator of effectiveness measurement according to Campbell which consists of: program success, target accuracy, satisfaction with the program, and achievement of overall objectives. The results of the study indicate that counseling services are considered not yet running optimally. In terms of success, the counseling program has provided an understanding of the risks of early marriage, but the number of applications for marriage dispensation is still high. In terms of target accuracy, the program has not reached all parties. Public satisfaction with the service is quite good, but it has not had a significant impact on reducing the practice of early marriage. Overall, the program's primary objectives have not been fully achieved. Both internal and external inhibiting factors were identified in the implementation of this counseling, which impact its effectiveness. In conclusion, counseling services make a positive contribution, particularly in providing marriage education, but have not been effective in reducing the rate of early-age marriage. It is recommended to increase the number of counselors, provide more than one-off counseling sessions to ensure ongoing continuity, and expand the service's reach to include all adolescents at risk of early-age marriage. Keywords: Counseling Services, Early-age Marriage, Effectiveness



    SERVICES DESK