Ikan kakap putih (lates calcarifer) merupakan salah satu ikan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, baik dalam memenuhi kebutuhan konsumsi mulai dari dalam negeri hingga luar negeri. permasalahan yang sering dihadapi oleh pembudidaya ikan kakap putih adalah terjadinya perubahan kualitas air pada wadah pengemasan selama transportasi, seperti turunnya kandungan oksigen pada media air, terjadinya peningkatan karbondioksida yang dapat menyebabkan ikan stres sehingga tingkat keberlangsungan hidup benih ikan menjadi rendah, sehingga diperlukan anestesi salah satunya dengan menggunakan minyak pala. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak pala (myristica fragrans houtt) terhadap benih ikan kakap putih (lates calcarifer) dengan kepadatan berbeda, dan menentukan jumlah tingkat kepadatan terbaik dalam transportasi tertutup sistem basah. penelitian dilakukan pada bulan februari 2025 di lingkungan fakultas kelautan dan perikanan, universitas syiah kuala. penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (ral) non faktorial, terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan yaitu p1= kepadatan 25 ekor (kontrol) tanpa penambahan minyak pala, p2= kepadatan 25 ekor + 1,0 ppm minyak pala, p3= kepadatan 35 ekor + 1,0 ppm minyak pala, p4= kepadatan 45 ekor + 1,0 ppm minyak pala, dan p5= kepadatan 55 ekor + 1,0 ppm minyak pala dengan lama transportasi 8 jam. efektivitas penggunaan minyak pala berdampak signifikan (p0,05) terhadap tingkat kelangsungan hidup benih ikan kakap putih (lates calcarifer) dengan kepadatan yang berbeda. presentase nilai tingkat kelangsungan hidup (survival rate) tertinggi terdapat pada p4 (kepadatan 45 ekor + minyak pala 1,0 ppm) yaitu sebesar 98,88%. kata kunci: lates calcarifer, minyak pala, kepadatan, tingkat kelangsungan hidup.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EFEKTIVITAS MINYAK PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT) SEBAGAI ANESTESI DALAM TRANSPORTASI SISTEM BASAH BENIH IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER) DENGAN KEPADATAN BERBEDA. Banda Aceh FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2025
Baca Juga : PENGARUH PENGAYAAN MOINA SP. DENGAN TEPUNG IKAN TERHADAP PERTUMBUHAN LARVA IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER) (RADJA ISLAMY PUTRA, 2024)
Abstract
Asian seabass (Lates calcarifer) is one of the fish that has high economic value, both in meeting consumption needs from domestic to foreign. The problem often faced by Asian seabass fish farmers is the change in water quality in the packaging container during transportation, such as decreased oxygen content in the water media, increased carbon dioxide which can cause fish stress so that the survival rate of fish seeds is low, so anesthesia is needed, one of which is using nutmeg oil. This study aims to determine the effect of giving nutmeg oil (Myristica fragrans houtt) to Asian seabass (Lates calcarifer) seeds with different densities, and to determine the best density levels in closed wet system transportation. The study was conducted in February 2025 at the Faculty of Marine Affairs and Fisheries, Syiah Kuala University. This study used an experimental method with a completely randomized design (CRD) non-factorial, consisting of 5 treatments and 4 replications, namely P1 = density of 25 fish (control) without the addition of nutmeg oil, P2 = density of 25 fish + 1.0 ppm nutmeg oil, P3 = density of 35 fish + 1.0 ppm nutmeg oil, P4 = density of 45 fish + 1.0 ppm nutmeg oil, and P5 = density of 55 fish + 1.0 ppm nutmeg oil with a transportation time of 8 hours. The effectiveness of nutmeg oil use has a significant impact (P0.05) on the survival rate of Asian seabass (Lates calcarifer) seeds with different densities. The highest percentage of survival rate value is found in P4 (density of 45 fish + 1.0 ppm nutmeg oil) which is 98.88%. Keywords: Asian seabass, nutmeg oil, density, survival rate.
Baca Juga : PENGGUNAAN EKSTRAK RNKULIT KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANII) RNSEBAGAI BAHAN ANESTESI PADA TRANSPORTASI IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCALIFER) (Jundi Kurniawan, 2015)