Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makroekonomi (nilai tukar, cadangan devisa, inflasi, dan suku bunga) terhadap utang luar negeri di indonesia. data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kuartalan dari tahun 2004 hingga 2024, yang diperoleh dari bank indonesia dan badan pusat statistik. metode yang digunakan adalah vector error correction model (vecm) untuk menganalisis pengaruh hubungan jangka pendek dan jangka panjang antar variabel nilai tukar, cadangan devisa, inflasi, dan suku bunga terhadap utang lua negeri. dalam jangka pendek, inflasi berpengaruh negatif terhadap utang luar negeri, sedangkan cadangan devisa berpengaruh positif terhadap utang luar negeri. sementara nilai tukar dan suku bunga tidak memiliki pengaruh terhadap utang luar negeri dalam jangka pendek. selanjutnya dalam jangka panjang, nilai tukar, cadangan devisa, dan suku bunga berpengaruh positif sementara inflasi berpengaruh negatif terhadap utang luar negeri. dalam jangka pendek, pemerintah perlu mengendalikan inflasi untuk menjaga ruang fiskal dan menekan kebutuhan pembiayaan eksternal. peningkatan cadangan devisa perlu dioptimalkan sebagai penopang ekonomi dengan sumber berkelanjutan agar tidak bergantung pada utang. meski nilai tukar dan suku bunga tidak berpengaruh dalam jangka pendek, penguatan ekonomi diperlukan untuk mengurangi risiko fluktuasi. dalam jangka panjang, pengelolaan utang perlu mempertimbangkan kebijakan moneter, cadangan devisa, dan stabilisasi kurs secara menyeluruh. kata kunci: utang luar negeri, nilai tukar, cadangan devisa, inflasi, suku bunga, (vecm).
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH MAKROEKONOMI TERHADAP UTANG LUAR NEGERI DI INDONESIA. Banda Aceh Fakultas Ekonomi dan Bisnis,2025
Baca Juga : PENGARUH PERSPEKTIF RISIKO TERHADAP UTANG LUAR NEGERI INDONESIA (Ibnu Syahri Ramadhan, 2020)
Abstract
This research aims to analyze the influence of macroeconomic variables (exchange rate, foreign exchange reserves, inflation, and interest rates) on foreign debt in Indonesia. The data used in this study is quarterly data from 2004 to 2024, obtained from Bank Indonesia and the Central Statistics Agency. The method used is the Vector Error Correction Model (VECM) to analyze the influence of short-term and long-term relationships among the variables of exchange rate, foreign exchange reserves, inflation, and interest rates on foreign debt. In the short term, inflation has a negative effect on foreign debt, while foreign exchange reserves have a positive effect on foreign debt. Meanwhile, the exchange rate and interest rates do not have an effect on foreign debt in the short term. Furthermore, in the long term, the exchange rate, foreign exchange reserves, and interest rates have a positive effect, while inflation has a negative effect on foreign debt. In the short term, the government needs to control inflation to maintain fiscal space and reduce the need for external financing. The increase in foreign exchange reserves needs to be optimized as a support for the economy with sustainable sources to avoid dependence on debt. Although exchange rates and interest rates do not have an impact in the short term, strengthening the economy is necessary to reduce the risk of fluctuations. In the long term, debt management needs to consider monetary policy, foreign exchange reserves, and comprehensive exchange rate stabilization. Keywords: External debt, exchange rate, foreign exchange reserves, inflation, interest rate, VECM.
Baca Juga : ANALISIS UTANG LUAR NEGERI INDONESIA (SANDY TYAS, 2014)